Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

Dimana kamu dalam Politik?

                                                                                  Oleh Agam Ramadhan Apa kamu pernah kesal karena Keuchik Gampong yang asyik korup Dana Desa,  gotong royong lagi? Atau kesal lihat Wali Kota kita yang asyik berhutang lalu nyalon diri lagi? Juga, para mantan Gubernur kita yang taunya hanya memupuk poligami, eh? Belum lagi tingkah para DPR yang hanya peduli sama Timsesnya saja, tentu ditambah para pembisik di samping mereka yang ngaku konsultan politik!  Entahlah, anggap saja semua hanya drama. Entah itu keuchik, Bupati, Wali Kota, Gubernur, bahkan Dewan terhormat sekalipun, semuanya adalah pilihan politik rakyat. Mereka dipilih oleh kamu dan untuk kamu! Nah inilah makna demokrasi yang disebut oleh Abrah...

Duka, Dosa dan Dusta di Simpang KKA

Kebijakan cabut nyawa menggiring malaikat pencabut nyawa hari ini, 24 tahun lalu Aceh yang identik dengan “Perdamaian” saat ini berusia menjelang 18 tahun, dan itu diakui oleh dunia sebagai proses resolusi konflik yang dianggap sukses dan berkelanjutan, berbagai macam penguat perdamaian dilakukan demi tegaknya sustainable peace dan tegakya keadilan. “Perdamaian di Aceh” tidak serta merta datang dengan mudah dan langsung, ia hadir setelah provinsi paling barat Indonesia itu dilanda era bencana sempurna: bencana alam dan bencana perang. Masa lalu yang begitu suram dan mencekam, melanda Aceh, telah menanamkan paradigma kepada para korban “apakah untuk menuju damai harus melalui kemelaratan yang begitu mengerikan?  Perjanjian telah dilakukan dan tujuan-tujuan disepakati untuk membangun kembali puing-puing kehidupan demi masa depan yang lebih cerah dan menjanjikan. Hampir seluruh organisasi internasional (negara ataupun non negara) datang ke Aceh untuk memberikan kontribus...

Dari Moge ke Saudagar Moge : Peran Pedagang Rempah Aceh dan Hasil Pertanian lainnya dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan Aceh”

Tema : Peningkatan Hasil Pertanian untuk Ketahanan Pangan Nasional  Bumi tanah rencong, julukan provinsi paling barat di Indonesia, merupakan salah satu daerah dengan hasil kekayaan alam terbaik di dunia. Luas wilayah Aceh mencapai 5.677.081 ha, dengan hutan sebagai lahan terluas mencapai 2.290.874 ha, diikuti lahan perkebunan rakyat seluas 800.553 ha, dan lahan industri 3.928 ha menjadikan bumi rencong ini sebagai daerah komoditas pertanian unggulan di tanah air bahkan di kancah internasional (http://acehprov.go.id/). Selain itu, negeri yang pernah menjadi pintu gerbang lalu lintas perdagangan internasional saat masa penjajahan Belanda ini memiliki segudang hasil pertanian yang berkualitas tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya hasil alam Aceh (pertanian dan perkebunan) yang diekspor ke mancanegara. Tak heran jika negeri yang disebut Serambi Mekkah ini juga terkenal akan surganya rempah-rempah dunia. Selain sebagai penghasil rempah, bumi Iskandar Muda juga memiliki h...

DEMOKRASI MENUJU POLITIK OLIGARKI

  Indonesia digadang-gadang sebagai Negara demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Toh, realitas yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi. Mandat rakyat yang diperoleh dari sistem demokrasi justru dijadikan acuan para elit untuk berkuasa didalam negeri. Apabila demokrasi terus bergeser ke oligarki maka tidak menutup kemungkinan rakyat akan terbengkalai dengan sistem ini karena sistem ini sangat menjadi acuan membuat jurang antar si miskin dan si kaya. Oligarki menjadi sistem yang membuat elit-elit kuat dalam kendaraan demokrasi. Bentuk pemerintahan demokrasi atau republic menjadi trend dunia pasca sekuralisasi politik di Eropa selepas perjanjian West Phalia 1648. Data yang dikeluarkan oleh The Economi Intelligent Unit, tanggal 25 Januari 2017 lalu sudah 86 negar a di dunia ini yang menerapkan demokrasi. Sistem ini rakyat dijadikan pembantu dalam rumah sendiri. Bukan tanpa alasan, penulis mengutarakan demikian karena sangat banyak suatu peraturan dibu...

HOW DEMOCRACIES DIE

  How democracies die kalimat tersebut sangat populer beberapa hari yang lalu. Karena salah satu gubernur yang sangat kontroversial mengunggah sebuah foto dengan membaca buku yang bertema “How Democracies Die”. Banyak para warga net yang mengomentari foto unggahan tersebut dengan mengomentari bahwa foto tersebut ialah sindiran keras terhadap pemerintahan pusat tentang index demokrasi diIndonesia. Berawal dengan permasalahan   terhadap kasus kerumunan dimasa pandemi covid-19 yang terjadi di pertamburan 14 November 2020. Anies baswedan dimintai keterangan sebagai saksi atas pemanggilannya pada hari senin 16 november 2020 selama 9,5 jam di Polda Metro Jaya. Dan juga sampai dengan permasalahan penurunan baliho Habib Rizieq Syihab oleh Pangdam Jaya Dudung Abdurachman di wilayah DKI jakarta.   Disisi lain kita dapat melihat banyak permasalahan yang mengakibatkan terjadi kerumunan tetapi tidak ada tindakan tegas dari aparat pemerintah. Sehingga banyak masyarakat melihat tid...

Intervensi Kemanusian

           Sejak berakhirnya perang dingin agenda riset Masyarakat Internasional telah meluas dan berubah. Perhatian utama normatif telah berpindah paling tidak sedikit lebih jauh dari ketertiban dan menuju keadilan dalam politik dunia, tetapi juga terjadi gerakan menjauh dari perhatian tentang keadilan internasional menuju perhatian mengenai keadilan manusia. Juga ada perluasan subjek yang mencakup isu-isu keadilan dunia-seperti proteksi lingkungan dan hukum laut- dan pertanyaan tentang bentuk apa yang perlu diambil masyarakat internasional di masa depan jika kedaulatan berhenti menjadi landasan institusi politik dunia seperti yang telah terjadi selama tiga atau empat abad terakhir.             John Vincent dan Peter Wilson (1993) berpendapat dalam istilah Masyarakat Internasional yang lebih reformis bahwa pemikiran baru ‘legitimasi internasional’ sedang naik kepermukaan karena hukum internasional hak asa...