Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label penulis tamu

HUBUNGAN ANTARA AGAMA DAN FILSAFA

Filsafat Pendahuluan Ketika membahas hubungan antara filsafat dan agama, menarik untuk menelusuri bagaimana menemukan titik temu antara keduanya. Alasannya adalah, meskipun agama dan filsafat berangkat dari titik pijakan yang berbeda agama didasarkan pada keyakinan, sementara filsafat dimulai dari keraguan dan pertanyaan keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari kebenaran. Keraguan dan pertanyaan yang menjadi ciri khas filsafat tampak berlawanan dengan keyakinan agama, namun kedua pendekatan ini berfungsi sebagai alat untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran. Perbedaan landasan inilah yang menyebabkan perkembangan filsafat dan agama sering kali berjalan secara terpisah dan tidak saling berinteraksi dalam pemikiran modern umat Islam. Namun, baik dalam acuan normatif Islam, seperti al-Quran, maupun dalam beberapa episode sejarah klasik umat Islam, terdapat indikasi bahwa situasinya berbeda dari kecenderungan te...

MANA LEBIH DAHULU DARI MEMPELAJARI FIQIH ATAU USHUL FIQIH

Kitap Fiqih   Sering kita mendapat pertanyaan tentang mana yang pertama kali harus kita pelajari terlebih dahulu tentang ilmu Fiqih atau Ushul Fiqih. Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan ini jawabannya bisa berbeda tergantung kepada siapa pertanyaan itu dilontarkan. bagai mana pertanyaan itu dilontarkan kepada dua golongan manusia yaitu manusia yang awam dan orang yang khusus. Untuk itu sebelum kita menjawab mana yang lebih baik di pelajari tentang fiqih atau ushul fiqih maka kita harus tau terlebih dahulu tentang apa itu orang yang awam dan apa itu orang yang khusus. Awam dalam KBBI adalah “kebanyakan, biasa, tidak Istimewa, orang kebanyakan, orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniawan)”. Yang mana bisa kita artikan bahwa orang awam dalam hal ini ialah orang yang biasa saja dalam pengetahuan agamanya yang ia tidak ahli dalam dua hal ini yaitu fiqih dan ushul fiqih. Dapat kita ketahui bahwa kebanyakan orang di Indonesia khususnya adalah termasuk orang yang awam. Bahkan sang penghapal...

Duka, Dosa dan Dusta di Simpang KKA

Kebijakan cabut nyawa menggiring malaikat pencabut nyawa hari ini, 24 tahun lalu Aceh yang identik dengan “Perdamaian” saat ini berusia menjelang 18 tahun, dan itu diakui oleh dunia sebagai proses resolusi konflik yang dianggap sukses dan berkelanjutan, berbagai macam penguat perdamaian dilakukan demi tegaknya sustainable peace dan tegakya keadilan. “Perdamaian di Aceh” tidak serta merta datang dengan mudah dan langsung, ia hadir setelah provinsi paling barat Indonesia itu dilanda era bencana sempurna: bencana alam dan bencana perang. Masa lalu yang begitu suram dan mencekam, melanda Aceh, telah menanamkan paradigma kepada para korban “apakah untuk menuju damai harus melalui kemelaratan yang begitu mengerikan?  Perjanjian telah dilakukan dan tujuan-tujuan disepakati untuk membangun kembali puing-puing kehidupan demi masa depan yang lebih cerah dan menjanjikan. Hampir seluruh organisasi internasional (negara ataupun non negara) datang ke Aceh untuk memberikan kontribus...

Pendelegasian Wewenang Secara Penuh Kepada Daerah

Pada dasarnya Indonesia menganut bentuk pemerintahan negara kesatuan yang mana setiap provinsi memiliki kewenangan tertentu dalam mengurus rumah tangga masing-masing daerah untuk mewujudkan kesejahteraan yang paripurna.  Anti tesis dari pada otonomi daerah sendiri adalah sentralistik yang mana sistem seperti ini dianut oleh negara-negara otoriter yang mengalami krisis kepercayaan kepada daerah dan sarat akan korupsi. Pendelegasian wewenang kepada daerah merupakan inti dari pada demokrasi, memberikan kepercayaan kepada daerah untuk mengelola keuangan, perencanaan dan perekonomian dengan mandiri. Jika salah satu dari pada hal tersebut terhambat maka proses demokratisasi dan set up otonomi daerah akan gagal.  Banyak sekali problematika yang terjadi di Indonesia khususnya di era kepemimpinan presiden Soeharto yang sangat sentralistik terutama pada persoalan ekonomi. Pasca reformasi, Gusdur memipin Indonesia dimulailah proses legislasi yang memberikan mandat kepada daer...

Pemuda Generasi Pancasila, Generasi Idaman

Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimilikinya. Hanya bangsa yang memiliki generasi muda berkarakter kuat yang mampu menjadikan dirinya sebagai bangsa yang bermartabat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu menjadi bangsa yang berkarakter adalah impian bangsa Indonesia.    Generasi muda merupakan tunas bangsa yang mempunyai peran penting dalam mempertahankan keutuhan bangsa dan negara, karena di tangan mereka penentu masa depan bangsa. Pemuda bukanlah sosok manusia yang tanpa masalah. Dengan usianya yang relatif muda, mereka dihadapkan dengan berbagai masalah kehidupan di tengah masyarakat. Dewasa ini, generasi muda harus meyadari berbagai ancaman dan tantangan di era modern, tantangan dan ancaman terhadap jati diri mereka sebagai bangsa yang bermoral dan bermartabat sedang diuji. Dengan demikian, maka sudah sepatutnya bagi generasi muda membentengi diri dengan sikap kritis dan waspada terhadap lingkungan sekitarnya. Seperti...