Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Demokrasi

DEMOKRASI MENUJU POLITIK OLIGARKI

  Indonesia digadang-gadang sebagai Negara demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Toh, realitas yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi. Mandat rakyat yang diperoleh dari sistem demokrasi justru dijadikan acuan para elit untuk berkuasa didalam negeri. Apabila demokrasi terus bergeser ke oligarki maka tidak menutup kemungkinan rakyat akan terbengkalai dengan sistem ini karena sistem ini sangat menjadi acuan membuat jurang antar si miskin dan si kaya. Oligarki menjadi sistem yang membuat elit-elit kuat dalam kendaraan demokrasi. Bentuk pemerintahan demokrasi atau republic menjadi trend dunia pasca sekuralisasi politik di Eropa selepas perjanjian West Phalia 1648. Data yang dikeluarkan oleh The Economi Intelligent Unit, tanggal 25 Januari 2017 lalu sudah 86 negar a di dunia ini yang menerapkan demokrasi. Sistem ini rakyat dijadikan pembantu dalam rumah sendiri. Bukan tanpa alasan, penulis mengutarakan demikian karena sangat banyak suatu peraturan dibu...

HOW DEMOCRACIES DIE

  How democracies die kalimat tersebut sangat populer beberapa hari yang lalu. Karena salah satu gubernur yang sangat kontroversial mengunggah sebuah foto dengan membaca buku yang bertema “How Democracies Die”. Banyak para warga net yang mengomentari foto unggahan tersebut dengan mengomentari bahwa foto tersebut ialah sindiran keras terhadap pemerintahan pusat tentang index demokrasi diIndonesia. Berawal dengan permasalahan   terhadap kasus kerumunan dimasa pandemi covid-19 yang terjadi di pertamburan 14 November 2020. Anies baswedan dimintai keterangan sebagai saksi atas pemanggilannya pada hari senin 16 november 2020 selama 9,5 jam di Polda Metro Jaya. Dan juga sampai dengan permasalahan penurunan baliho Habib Rizieq Syihab oleh Pangdam Jaya Dudung Abdurachman di wilayah DKI jakarta.   Disisi lain kita dapat melihat banyak permasalahan yang mengakibatkan terjadi kerumunan tetapi tidak ada tindakan tegas dari aparat pemerintah. Sehingga banyak masyarakat melihat tid...

Intervensi Kemanusian

           Sejak berakhirnya perang dingin agenda riset Masyarakat Internasional telah meluas dan berubah. Perhatian utama normatif telah berpindah paling tidak sedikit lebih jauh dari ketertiban dan menuju keadilan dalam politik dunia, tetapi juga terjadi gerakan menjauh dari perhatian tentang keadilan internasional menuju perhatian mengenai keadilan manusia. Juga ada perluasan subjek yang mencakup isu-isu keadilan dunia-seperti proteksi lingkungan dan hukum laut- dan pertanyaan tentang bentuk apa yang perlu diambil masyarakat internasional di masa depan jika kedaulatan berhenti menjadi landasan institusi politik dunia seperti yang telah terjadi selama tiga atau empat abad terakhir.             John Vincent dan Peter Wilson (1993) berpendapat dalam istilah Masyarakat Internasional yang lebih reformis bahwa pemikiran baru ‘legitimasi internasional’ sedang naik kepermukaan karena hukum internasional hak asa...

Rentetan Kebijakan Donald Trump

  Mengawali hasil tulisan ini kita melihat proses Donald Trump terpilih sebagai presiden setelah mengalahkan Hillary Clinton pada pemilu tahun lalu terpilihnya Trump mengagetkan banyak pihak, karena di banyak survey suara Hillary Clinton lebih mendominasi. Namun di balik bilik suara, Trump justru yang menang menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat. Selama masa kampanye dulu Donald Trump pernah berjanji akan melakukan sebuah kebijakan untuk menyokong pemberlakuan aturan keamanan nasional yang lebih ketat dan berjanji akan membuka lapangan pekerjaan di Amerika Serikat. Ia juga mengatakan akan membangun pagar dinding di sepanjangg perbatasan AS-Meksiko untuk menghadang para imigran illegal masuk ke AS. Semenjak awal menjadi Presiden Donald Trump banyak melakukan kebijakan yang kontroversi di dalam politik Global, seperti yang akan kita jelaskan dalam tulisan ini tentang AS sebagai salah satu Negara besar dalam politik global, The Us, as one of “big power” in world politic, di bawah...