Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sajak

GODAAN NAFSU

Diambil dari fotonya https://gelasilyas.wordpress.com Merdeka....merdeka....merdeka Kata itu selalu di kumandangkan Kapanpun dan di manapun Kata merdeka sangat berarti bagi manusia Dalam memulai hidup ini Kita harus selalu bebas dari apa yang kita ingginkan Tanggisan itu di mulai Suara-suara berisik mengiringi tanggisan Ucapan sangat mengandung makna dan arti sebenarnya Hidup ini terasa asing Karena banyak masalah yang di dapat  Jalan satu-satunya adalah merdeka Manusia tidak lepas dari harta Manusia tidak lepas dari kekuasaan Manusia tidak lepas dari nafsu Manusia itu ingin mempunyai segalanya Oleh karena itu kita harus merdeka Merdeka dari masalah Merdeka dari negara Merdeka dari kehidupan Merdeka dari nafsu Dunia ini ibarat botol Manusia harus mengisinya  Dengan hal-hal yang bermanfaat Jangan ada godaan nafsu Yang mengisi hidup ini Lawan-lawan...lawan-lawan Tali persatuan yang akan mengisinya S...

Pelita Fajar Indonesia

sumber Shejab.com                Politik ini sesunguhnya cara orang untuk membuat kesejahteraan tapi politik ini di jadikan orang untuk merebut kekuasaan. sangat di sayangkan politik ini sudah menjadi hancur. apalagi di indonesia yang sudah banyak coretan hitam. sedih-sedih rasanya tetesan air yang menetes di bumi indonesia tetesan air tersebut sudah menjadi tetesan hitam sayang-sayang generasi penerus indonesia meminum air kotor yang di buat generasi lama kapankah indonesia bisa merasakan kenikmatan yang di buat generasi sekarang, semoga kedepannya indonesia tidak seperti sekarang yang penuh coretan kertas putih di tulis untuk hal-hal yang bermanfaat semoga indonesia seperti negara-negara maju yang lain penerus kedepan perlu generasi sekarang berinovasi  untuk menciptakan alat-alat yang bisa di gunakan dan bisa di kembangkan seperti inovasi Thomas Alfa Edison dari lampu pijar biasa sekarang ...

Aroma Kehidupan

ilustrasi :  bukuindie.com semenjak aku ada dalam kandungan aku selalu membayangkan bagaimana hidup setelah aku lahir..? pikiran itu muncul pertama kali kedua orang tua aku menungu-nungu untuk melihat anaknya. tangisan itu akhirnya terdengar sekeliling ku banyak sekali orang siapa orang tersebut...? suara itu muncul dalam hati  ku rupanya orang-orang tersebut familyku mereka sangat bahagia ketika aroma kehidupan itu ada dalam diriku hari demi hari berubah bulan dan tahun pun berganti aku akhirnya tumbuh dan besar dilahirkan dari keluarga yang sederhana penuh kasih sayang dan lemah lembut kini aku sekarang beranjak dewasa untuk membalas jasa-jasa orang tua ku jangan anggap kehidupan ini biasa saja anggap hidup ini luar biasa hidup ini tidak terulang lagi hidup cuma sekali jakfar mahasiswa IMPP

AKU RINDU PADAMU RASULULLAH

ilustrasi geogle oleh Munawwar Bulan dan matahari silih berganti menyinari dunia Akhir kehidupan adalah kembali kepadaNya Engkau di utus oleh Allah untuk menyinari dunia ini Engkau adalah sosok teladan yang pernah ada Perilaku dan tutur katamu membuat siapa yang mendegarnya menjadi tunduk dan patuh Andaisaja engkau tidak pernah di utus maka kehancuran dan kebinasan menjadi akhir dari kehidupan daku Perjalanan hidupmu begitu terjal cemoohan dan hinaan menjadi hal yang biasa engkau dapatkan Namun semangat dan harapanmu menjadikan engkau, tetap tegar di dalam menjalani tugas berat ini Ya Rasulullah dengan apa daku harus membayar akan segala usahamu daku yang lahir diakhir zaman daku yang tidak pernah ikut berjihad denganmu di saat-saat sulit dahulu Tak jarang ketika namamu disebutkan daku tidak bershalawat kepadamu Tak jarang ketika sebagai orang merayakan kelahiranmu daku mecerca akan hal yang dilakukannya engkau telah membawa kesempurnaan agama kepada da...

Lentera Malam

sumber gambar:  www.makassarpromo.com hari-hari yang kulewati telah berlalu matahari pun telah mulai meningalkan cahayanya di Bumi ini sepi, sengap manghampiri akhirnya malam telah tiba merinding-merinding badan ini angin malam yang selalu berputar ke barat atau ke timur inilah rasanya malam telah tiba terdiam, melamun, tetap tenang aku terpojok di sudut ruangan kain sarung dan bantal ada di dekatku lentera cahaya kecil menerangi ruangan tetesan demi tetesan lentera itu seperti hidup manusia lahir, berkembang, dan akhirnya meningal inilah proses hidup roda selalu berputar tangisan demi tangisan ada di hidup ini kapan kah lentera hidup ini berhenti...? banyak orang-orang yang tidak bisa bersyukur dengan hidup permintaan meningal selalu menghampiri semoga dengan puisi ini orang-orang bisa bersyukur dengan hidup jangan cuma mengikuti arus kehidupan jika ingin sukses dan di kenal harus berani melewati harus kehidupan sekian Jakfar pegiat polit...

SAYATAN LUKA

Sumber : google Isak tangis mengiringi Tetesan air berjatuhan Mata terasa di bendung Menatap luka ini Dari dulu sampai sekarang Luka ini masih terbuka Kapan kah bisa terobati..? Pertanyaan itu setiap hari ada di benakku Melamun, Terdiam, dan Merana Kegiatan itu selalu aku lakukan Bangun...bangun...bangun Rasa semangat itu sudah hilang dari ku Sayatan luka ini tidak terasa lagi bagi tubuhku Kulit tubuh ini sudah seperti kulit baja Tusukan dan sayatan di tubuh ini tidak terasa lagi Hanya doa yang bisa aku panjatkan Yaa Allah, Kenapa musibah ini selalu ada Sebagai cobaan aku menerima lapang dada Demi mendapatkan kesabaran dari-MU Jakfar Mahasiswa (IMPP) dan Politisi

BOSAN!!!!

Google Bosan.... Tak ada sedikitpun yang menggelitik susana begitu suram menyapa hati... dan tak ada sedikitpun yang menarik.. tawa, canda hanya balutan sandiwara hati.. Bosan.. katamu dengan teriakan.. sandiwara dunia semakin menjadi jadi.. tatkala api kau bilang menenangkan.. dan air kau bilang menghanyutkan... Bosan.. mata berseri.. raga menari... kaki berlari.. hidup ini hanya sebuah elegi.. yang tak ada arti.... Bosan.. rintihmu dalam kesendirian.... Putri Mulya Sari Aktivis dan Penulis

JALANAN SAKSI

Google Saat itu.. Ku mengukur titian jalan menuju pinggiran kota.. Ku lihat sebuah penyapu berdayun-dayun.. Hilangkan butiran-butiran debu Di sudut-sudut jalan.. Saat itu juga Ku berjalan melintasi panjangnya terotoar.. Ku torehkan pandangan dengan dahi yang mengerut.. Ku tatap tajam pada setangkai kayu.. Yang menari-menari menghampiri keranjang.. Yang melakonkan sebuah peran Ya,, Seolah-olah peran sepasang kekasih yang tak ingin lekang.. Masih saja aku terus berjalan.. Kali ini bukan sebuah penyapu ataupun setangkai kayu yang ku lihat.. Melainkan sebuah payung yang terbuka.. Rela dibakar matahari… Demi paras yang tak terlalu cantik.. Ya semua telah menjadi bukti.. Jika kau tanya kenapa ini terjadi.. Tataplah jalan yang menjadi saksi.. Banda aceh, Desember 2013 by : Putri Mulya Sari (Penulis dan Aktivis)

Elegi Dua Pribadi

From Google   Asing… ku terasing  Lain… aku memang lain dari yang lain  Tak murni aku hidup dalam ragawi  Tidak pernah asli ku hidup dalam badani  Kusesali mengapa hidupku begini?  Pada siapa ku bertanya?  Pada siapa ku mencari jawabnya?  Tak ada yang bisa membuka  Tak ada yang mampu menyentuh  Tak ada yang mau perduli  Aku hidup dalam dua elegi  Pahit menjadi bagian hidupku  Kelam menjadi selimut malamku  Tak pernah kulihat pelangi  Tak jua ku lihat sinaran mentari  Aku terlilit… aku terbelit…aku menjerit  Dalam dua pribadi yang hampir tak pernah ku tahu dan  mengerti….  Sendiri…. Aku menyendiri. By : Zemarey Al Bakhin

KEBOHONGAN SEORANG IBU

Seorang ibu dalam hidupnya membuat kebohongan. 1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, ibua tidak lapar." 2. Waktu makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "ibu tidak suka daging, makanlah, nak.." 3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata, "Istirahatlah nak, ibu masih belum ngantuk.." 4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang." 5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal dirumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, mama tidak terbiasa tinggal di sana." Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetap ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat ibu Tidak peduli seberapa...

SALAM UNTUK IBU

Sumber : Google hari ini aku ingin menangis menangis kesedihan terharu tanpa IBU aku tidak bisa lahir jasa-jasa mu selalu aku kenang akan aku ingat sampai kapanpun ohhh ibu terima kasih ibu atas nasihatmu setiap hari mulai aku kecil sampai sekarang ibu selalu ada dalam hati aku tidak bisa aku lepaskan dari ingatan aku makasih ibu Jakfar dengan doa ibu aku bisa menulis puisi ini

Air Mata Ibu

Ketika melihat wajah yang cantik itu Seakan tergambar pelangi melingkari di setiap sisi wajah.. Tapi.. Hanya terlihat.. Senyuman yang mulai memudar.. Lekukan alis yang mulai sayu.. Dan mata yang berbinar-binar itu.. menatap tegar di relung-relung himpitan qalbu. Lihatlah, dewasamu karena kerja keras Ibu Sehatmu karna kasih sayang ibu.. Dan kini keberhasilan mu.. Karna air mata ibu yang terus mengalir disaat sujud itu.. Puisi Putri Untuk Ibu tercinta Aja Sumarni.. 

Mahasiswa, Sudah Bikin Apa?

Lain batu lain karang. Kalau dulu kamu lihat banyak mahasiswa yang peduli dengan pemerintahan yang ada di negerinya, di era sekarang ini justru terbalik. Banyak mahasiswa yang asik menjalani gaya hidup hedon. Hal ini diungkapkan oleh mantan aktivis 1998, Arif Rahman. "Kalau dilihat perbandingannya jauh. Mahasiswa sekarang lebih suka senang-senang (hedon), jadi ini penurunan," Seperti dilansir di okezone. Keadaan ini juga diakui oleh Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM) Beni Pramula beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemuda dan mahasiswa kini banyak yang apatis dan terkungkung oleh sistem pembelajaran kampus yang menyekat mahasiswa dari persoalan masyarakat. "Melihat kondisi mahasiswa saat inis angat memprihatinkan. Terlibat obat-obatan terlarang (narkoba), seks bebas. Bahkan agama sekalipun dianggap sebagai barang kuno yang harus dimuseumkan," Ucapnya. (Jumarlin)

Nestapa Jiwa

Sumber : Google Aku terjabak sendirian dalam ruangan yang ramai Tak asing dengan bising peluru menggema Keluarga ku semua terkapar tak bernyawa di jalan itu Sedangkan aku hanya terdiam dalam nestapa Ayah, Ibu setelah kalian tiada siapa yang akan menjaga ku? Simbah darah dijalanan bagaikan hujan terekam jelas di otak ku Andai aku berdaya yahudi itu akan ku musnakan Kapan negera ku ini damai Bisakah terjawab atau hanya pertanyaan tanpa jawaban Dimana solidaritas yang kalian punya wahai kaum muslim Simbah darah, bangkai yang bertebaran menjadi bukti kezaliman itu Bangkit, ulurkan tangan kalian pada ku Setidaknya keluarkan aku sementara dari negara bersimbah darah ini Janji ku menjadi kuat Shifa Azzahra, 04 Mei 2016, jam 10:48.

Kepungan Bimbang

Ilustrasi : Google Aku melihat fotonya ada disetiap sudut kota Berbagai visi dan misi dituliskan Tak jarang ia datang bak pahlawan Ada senyuman dalam setiap perbuatan Terlihat sabar melayani orang miskin Bahkan aksi pungut sampah diikuti Adakah keikhlasan yang tertera Atau hanya bayangan fatarmogana Sampai kapan kebohongan itu hadir Atau beginilah jiwa yang akan hadir kedepan Tak adakah pondasi yang utuh Kebingungan ku hadir melihat semuanya Senyuman itu bagaikan malaikat maut Seolah janji yang diucapkan hanya kesenangan semata Dia kah yang menjadi pemimpin kelak? Senyuman bak setan yang menunggu waktu untuk terlihat Jawabannya ada dalam jiwa yang mengerti sunyi akan arti Oleh : Syifa Azzahra , 11 Mei 2016

Tangisan Perpustakaan

Dalam ruangan ini aku sendiri Cuma bisa terdiam dan bersembunyi Rupa aku seperti rupa yang tidak pernah di lihat Hari demi hari aku lewati Tidak satupun orang mau mampir Inilah manusia zaman sekarang Mau berubah tapi tidak berusaha Di dalam Ingatan ini cuma beberapa yang mampir Sedih-sedih, ibarat barang yang sudah usang Di pakai jika lagi di butuhkan Di Lihat hanya untuk menjadi pajangan Semakin Usang rasanya Kapan ini berhenti Aku mau diri aku digunakan bukan untuk jadi pajangan kotornya aku bukan karena di gunakan Aku mau menangis rasanya Tidak ada satu orang pun menghampiri aku Inikah Tanda kemajuan zaman semua orang asyek dengan gadgetnya Lentera kehidupan tdak ada lagi Semuanya Kembali seperti masa kegelapan Perpustakaan di jadikan tempat bar bukan untuk di baca-baca  Kapan ini bisa berubah....? Esok kah atau kapan Lusa kah atau kapan Mingu ini atau tahun depan Semuanya mau berubah Kita sebagai mahasiswa Rajin-rajin Untuk ke perpustaka...

Negeriku

Ku liat atap bangunan ini Tak sekokoh yang dulu Dasi-dasi yang tertata rapi Hanya hiasan yang tak nyata Wajah ramah tamah terpancar indah Namun terkikik-kikik ketika semua telah berada di singgasana Kau tau apa? Kini Negeriku bagaikan permainan papan catur. Di panggung pertarungan.. Ya inilah sekarang Negeriku.. Isinya tak lain adalah tikus-tikus pemangsa… Putri Mulya Sari Aktivis dan Penulis di Political Club

Tembang Bintang Masa Depan

Sumber : Google Kau yang selalu ingin dihormati Kau yang selalu ingin dihargai                                                      Kau yang selalu ingin didengari Dan kau yang selalu ingin di akui Terkadang aku beku Menyaksikan kepongahanmu menatapku                             Dan seketika aku bisu Menangkap keacuhanmu mendengarku Tetapi, sadarkah engkau? Bahwa aku di sini sedang bernyanyi                            ...

Sandiwara Suara

Sumber : Google Seperti mendengungkan satu ayat suci Al-qur’an Kala itu kau pedengarkan di mimbar kehormatan. Luluhkan hati para hadirin yang duduk rapi.. Menatap tajam mata yang seakan berbicara.. Seperti mendengungkan satu ayat suci Alqur’an Tersendu menghayati jatuh dalam lamunan Memandang kiri kanan sisi para pendatang Terjerat hadir karna tuntutan panggilan Seperti mendengungkan satu ayat suci Al-qur’an.. Lirih meratapi seakan mengerti makna yang terucap.. Memberi simbol kemaslahatan di ujung pengucapan.. Dan seperti mendengungkan satu ayat suci Alqur’an Terus kau lontarkan! Sebagai suatu tuntutan! Memainkan peran sandiwara Sandiwara, ya. hanya sebatas sandiwara suara Yang terucap. Putri Mulya Sari, Penulis dan Aktivis Political Club

JERITAN GELAP

Sumber : Google Ada tapi bagai tiada Asa itu bagai hilang tertelan gelap Tertawa bagai tangis Tak seperti cermin yang diam Datang dengan harapan penuh Semangat yang membara bagai berlari di pasang pasir nan gersang Seorang diri meratapi di ujung gelap itu Menanti uluran tangan yang tak mati hati Terlalu banyak kepuraan dalam uluran tangan  Bagaikan skenario hingga ending semua terseting indah Terlalu lucu, memberi uluran lalu dengan keras mendorong Lihat lah gelap itu Gelap yang hanya membutuhkan setitik terang Gunakan telinga bukan hanya mata Buka hati bukan hanya buka dompet Jeritan...