Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Reminder !

Sedikit goresan untuk malam ini! Sudah yakinkah kita berdiri disini? Memberikan solusi setiap kali kita beraksi, Kita katakan ini salah, kita katakan ini ideologi tidak terarah.. Sudah yakinkah tatapan mata kita ke arah ini? Melihat dari sudut ini, sudut sana , kemudian kita analisis dan kita bandingkan.. Baik, jika sudah yakin.. Maka berbicaralah sesuka hati.. Sesuka hati dan berhati hati.. Ini politik, ini taktik, ini strategi, bermainlah dan carilah solusi,, Solusi setelah kita bersimpuh di depan Ilahi... #Allah dulu kawan ya, baru politik ''

"Kami Muhajirin, Kalian Anshar Penolong Kami"

M Syahidullah (kiri) dan M Yunus (kanan) Rohingya menjadi sorotan bulan ini di seluruh dunia. Aceh pun demikian. Ribuan kelompok etnis minoritas tertindas di Myanmar ini terdampar, atau terpaksa berlabuh di Aceh. Dalam keadaan mengenaskan, kurus kering kelaparan, hitam legam terbakar matahari, nyaris meregang nyawa. Tidak sanggup rasanya menahan haru menyaksikan keikhlasan tanpa pamrih yang ditunjukkan masyarakat Aceh, terutama di perdesaan nelayan, saat menangani "tamu Allah" yang tiba-tiba datang di pantai mereka. Di saat banyak negara, termasuk Indonesia, menafikan keberadaan Rohingya atas nama kedaulatan negara, wilayah, ketahanan sosial dan tetek bengek lainnya, warga Aceh tidak pikir dua kali menarik Rohingya ke daratan, melayaninya dengan istimewa. Mungkin ini adalah cerminan dari anjuran memuliakan tamu yang diajarkan junjungan Nabi Muhammad  shallalahu alaihi wassalam. Melarikan diri dari Myanmar untuk menyelamatkan nyawa dari penindasan, warga Rohingy...

IOM: Cara Aceh Tangani Rohingya Terbaik Sedunia

Sejumlah pihak, baik Indonesia maupun internasional, memuji penanganan cepat pengungsi Rohingya yang dilakukan masyarakat dan pemerintah Aceh. Dengan bantuan mereka, pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan timur Aceh mendapat uluran tangan dengan cepat. Operation Officer International Organization for Migration (IOM), Kamis (28/5), Dejan Micevski menyebutkan, penanganan pengungsi yang berasal dari Myanmar dan Bangladesh yang dilakukan masyarakat dan pemerintah di Aceh merupakan penanganan terbaik di seluruh dunia.  “Masyarakat dan pemerintah di Aceh telah membantu pengungsi Rohingya dan warga Bangladesh dengan cepat. Bahkan saat pertama kali dibawa ke daratan, mereka langsung mendapatkan perawatan kesehatan, makanan, dan pakaian. Kami menilai, ini cukup baik,” tutur Dejan Micevski.  Saat ini, 1.062 orang Rohingya yang berasal dari Myanmar dan 720 warga Bangladesh ditampung di beberapa daerah di Aceh, seperti di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Kot...

Download Lebih Dari 1200 Judul Buku Tentang Aceh Disini!

Pasca tsunami, 26 desember 2004, Aceh kehilangan banyak buku, manuskrip dan literature sejarah. Semuanya hilang diterjang tsunami. Namun, sebenarnya buku dan literature Aceh banyak yang  tersimpan di luar negeri, tapi tentu tidak semua masyarakat Aceh dapat mengaksesnya. Oleh karenanya muncul keinginan untuk menjaga buku - buku dan literature aceh yang tersisa dan memberi kemudahan masyarakat Aceh untuk mengaksesnya.  KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde) di Leiden misalnya, yang mengelola situs dimana  buku - buku tentang Aceh dikumpulkan dalam bentuk digital dan  bisa didownload gratis. Situs tersebut disedikan dan dibiayai oleh Menteri Pendidikan Belanda. Berikut penjelasan pengantar yang ada dalam situs tersebut : Dalam website ini anda akan menemui daftar buku-buku tentang Aceh. Daftar ini mengandung lebih dari 1200 judul buku yang telah disediakan secara digital.   Tsunami yang menghancurkan Aceh pada tanggal 26 Desember...

Petisi dari Aceh untuk Penyelamatan Bangsa Rohingya

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  - Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya, Jumat (22/5/2015) mengeluarkan petisi menekan masyarakat internasional peduli terhadap nasib bangsa Rohingya yang terusir dari negaranya. Pengungsi Rohingya diselamatkan Nelayan Aceh Koordinator Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya, Basri Effendi kepada  Serambinews[dot]com , Jumat malam mengatakan, kondisi saat ini mewajibkan komunitas internasional, terutama para pemimpin negara- negara ASEAN dapat menekan Pemerintah Myanmar untuk  menghentikan tindakan brutal terhadap bangsa Rohingya. Menurutnya, bangsa Rohingya telah mendiami wilayah Arakan sejak abad ke 15 Masehi. Namun sejak kemerdekaan Myanmar pada 1948, Pemerintah menolak Rohingya sebagai bagian dari negara dan memarjinalisasi mereka secara sistematik. "Teror ini mendorong ratusan ribuan etnis Rohingya lari dari tanah airnya atas alasan keamanan diri dan berusaha meminta pertolongan kepada masyarakat internasional, terutam...

Berkabar Coorporation Kembali Mengadakan Pelatihan Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik Berkabar Coorporation Banda Aceh, 25 April 2015 Berkabar Coorporation kembali mengadakan pelatihan jurnalistik yang kedua di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. Pelatihan yang diikuti oleh beberapa peserta dari pengurus Berkabar Coorporation ini dibekali materi seputar jurnalistik yang disampaikan oleh Bapak Joe Samalanga. Beliau merupakan wartawan senior yang sudah lama berkiprah di berbagai media massa. Pelatihan yang berlangsung 90 menit ini menuai kesuksesan yang terlihat dari antusias peserta dalam mengikuti jalannya pelatihan. Hal ini sangat berkaitan dengan tujuan dari pelatihan ini, dimana diharapkan para peserta mampu meningkatkan kualitas berita yang akan disajikan di media cetak maupun media elektronik. “Pelatihan Jurnalitik hari ini sangat bermanfaat, karena selain mendapatkan pengetahuan baru tentang dunia jurnalistik, saya juga mendapatkan tips dalam mengasah kemampuan saya dalam menulis berita, opini, ...

Himapol Dukung Penuh Berkabar Coorporation ,Wadah Jurnalistik Politik

Banda Aceh – Haba Himpunan : Himapol (Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik) Univesritas Syiah Kuala secara resmi mendukung Pembentukan Wadah jurnalistik Mahasiswa Ilmu Politik yang bernama Berkabar Coorporation di Zakir Kupi Darussalam Banda Aceh,kamis (24/4/2915). Audiensi dengar pendapat bersama pengurus inti Himapol dan Berkabar Coorporation Pernyataan tersebut disampaikan ketua Himapol Candra saat menghadiri sesi Audiensi dengar pendapat bersama pengurus inti Himapol dan pihak Berkabar Coorporation . “Berkabar coorporation resmi menjadi salah satu unit yang bernaung dibawah himpunan mahasiswa ilmu politik (Himapol), dan Kita akan berupaya bersama-sama memfasilitasi semua yang menjadi kebutuhan anggota Berkabar Coorporation  “jelas candra. Armia selaku Kabid Humas Berkabar Coorporation menyambut baik pernyataan ketua himapol tersebut Dan berharap Berkabar Coorporation mendapat legalitas di bawah keluarga besar Mahasiswa Ilmu Politik. “Kita berharap agar n...

Tentang Political Club

Political Club adalah wadah diskusi mahasiswa Ilmu Politik Fisip Unsyiah. Sebagai mahasiswa yang menggeluti ilmu sosial adalah penting untuk peka terhadap isu isu terkini karena permasalahan sosial-politik yang selalu berubah-ubah. Dan  merupakan hal yang penting pula bagi mahasiswa ilmu politik untuk mempertajam skill analisa terhadap peristiwa peristiwa politik yang terus berganti. FISIP Universitas Syiah Kuala Oleh karena itu,  pada pertengahan bulan april 2015 muncul inisiatif untuk membentuk sebuah klub atau forum diskusi untuk men ampung keperluan diskusi tersebut. Forum tersebut kemudian  diberi nama " Political Club". Pada mulanya klub diskusi ini di pelopori oleh beberapa mahasiswa ilmu politik angkatan 2013 (lihat kontribu tor ) dan kemudian terus berkembang sebagai suatu forum bagi mahasiswa ilmu politik secara keseluruhan.  Tujuannya agar mahasiswa ilmu politik bisa saling bertukar pikiran atas berbagai hal yang akan didiskusikan nant...