Langsung ke konten utama

Tentang Political Club



Political Club adalah wadah diskusi mahasiswa Ilmu Politik Fisip Unsyiah. Sebagai mahasiswa yang menggeluti ilmu sosial adalah penting untuk peka terhadap isu isu terkini karena permasalahan sosial-politik yang selalu berubah-ubah. Dan  merupakan hal yang penting pula bagi mahasiswa ilmu politik untuk mempertajam skill analisa terhadap peristiwa peristiwa politik yang terus berganti.

FISIP Universitas Syiah Kuala


Oleh karena itu, pada pertengahan bulan april 2015 muncul inisiatif untuk membentuk sebuah klub atau forum diskusi untuk menampung keperluan diskusi tersebut. Forum tersebut kemudian diberi nama " Political Club". Pada mulanya klub diskusi ini di pelopori oleh beberapa mahasiswa ilmu politik angkatan 2013 (lihat kontributor) dan kemudian terus berkembang sebagai suatu forum bagi mahasiswa ilmu politik secara keseluruhan. Tujuannya agar mahasiswa ilmu politik bisa saling bertukar pikiran atas berbagai hal yang akan didiskusikan nantinya. Dan tentunya juga untuk mengasah kemampuan publik speaking.  Mulanya diskusi rutin biasanya diadakan pada hari jum'at pukul 08:00 WIB di RKU 3 dan kemudian berubah menjadi hari kamis di ruang baca Perpustakaan Unsyiah, hingga akhirnya disesuaikan kembali pada hari kamis pukul 09:00 WIB di Aula Perpustakaan Unsyiah Lantai 2.

Selain diskusi, kemampuan untuk menyampaikan pendapat melalui tulisan juga sangat diperlukan. Oleh karenanya Political Club juga menampung keinginan bagi para Mahasiswa Ilmu Politik ataupun umum untuk mengasah kemampuan menulis dan analisanya di situs ini. Para pembaca dapat mengirimkan artikelnya dengan berbagai tajuk yang tersedia dalam situs ini (mulai dari Opini, Press Release, Teori Politik, Berita, Syariat, Sajak dst). Pembaca dapat mengirimkan tulisannya ke alamat email politicalclub13@gmail.com Kita juga bisa ikut berkontribusi pada blog ini dengan menjadi salah satu penulis tetap. Syaratnya, anda adalah Mahasiswa Ilmu Politik yang pernah/akan mengikuti diskusi dengan Political Club. Untuk menjadi penulis di blog ini Klik Disini!

Harapan besar dari adanya Political Club ini agar bisa menjadi wadah diskusi bagi semua mahasiswa Ilmu Politik dan bisa menjadi wadah bagi semua kalangan untuk menyampaikan pendapatnya. Semoga dengan adanya Political Club ini bisa melahirkan generasi muda yang kritis dan bisa membawa perubahan sebagai agent of change untuk negeri!



Diskusi Political Club

Diskusi Political Club
Diskusi Political Club (Foto Bersama)
Diskusi Publik di Aula Fisip Unsyiah


Talkshow di Aula Fisip Unsyiah


Logo Political Club


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

TERPENJARA OLEH GELAR: REALITAS SOSIAL KAUM TERDIDIK

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Dibalik kesenangan dan sorak sorai keluarga saat seseorang mencapai puncak pada pendidikan (di wisuda), atau bahkan dibalik tepuk tangan publik atas gelar akademik yang diraih oleh seseorang, tersembunyi sebuah beban yang jarang dibicarakan, “Beban Untuk Sempurna”. Masyarakat tidak hanya memberikan sebuah pujian dan penghargaan atas gelar yang dicapai pada mereka yang berpendidikan, tapi juga menempatkan mereka dalam sebuah ekspetasi yang sempit dan seringkali menyesakkan. Orang-orang berpendidikan bukan hanya dituntut untuk selalu berpikir jernih dan benar, tetapi juga harus bersikap dengan baik, bebrbicara yang benar, dan bahkan bercanda pun harus mengikuti standart dari etika sosial. Pada perihal ini pendidikan menjadi beban yang menghalangi kebebasan dari orang yang berpendidikan. Padahal jika dianalisis lebih dalam Pendidikan menjadi sebuah wadah untuk berpikir kritis dan memberikan kebebasan pada mereka yang juga kaum terpelajar. Namun, dewasa...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...