Langsung ke konten utama

Berkabar Coorporation Kembali Mengadakan Pelatihan Jurnalistik

Untitled-1
Pelatihan Jurnalistik Berkabar Coorporation
Banda Aceh, 25 April 2015 Berkabar Coorporation kembali mengadakan pelatihan jurnalistik yang kedua di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. Pelatihan yang diikuti oleh beberapa peserta dari pengurus Berkabar Coorporation ini dibekali materi seputar jurnalistik yang disampaikan oleh Bapak Joe Samalanga. Beliau merupakan wartawan senior yang sudah lama berkiprah di berbagai media massa.



Pelatihan yang berlangsung 90 menit ini menuai kesuksesan yang terlihat dari antusias peserta dalam mengikuti jalannya pelatihan. Hal ini sangat berkaitan dengan tujuan dari pelatihan ini, dimana diharapkan para peserta mampu meningkatkan kualitas berita yang akan disajikan di media cetak maupun media elektronik.
“Pelatihan Jurnalitik hari ini sangat bermanfaat, karena selain mendapatkan pengetahuan baru tentang dunia jurnalistik, saya juga mendapatkan tips dalam mengasah kemampuan saya dalam menulis berita, opini, puisi, dan lain sebagainya” pungkas Eka yang merupakan salah satu perserta pelatihan hari ini.
Pada akhir pertemuan, pemateri melengkapi pembekalan dengan memberikan tugas  menulis berita kepada peserta. Tentunya hal ini menjadi sebuah momentum yang baik kepada seluruh peserta dalam meningkatkan kemampuan serta kecintaan terhadap dunia jurnalistik.
IMG_20150425_233050
Suasana Pelatihan di Aula Fisip Unsyiah         
Berita : Putri Mulya Sari
Sumber : https://himapolunsyiah2014.wordpress.com/2015/04/26/berkabar-coorporation-kembali-mengadakan-pelatihan-jurnalistik/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

TERPENJARA OLEH GELAR: REALITAS SOSIAL KAUM TERDIDIK

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Dibalik kesenangan dan sorak sorai keluarga saat seseorang mencapai puncak pada pendidikan (di wisuda), atau bahkan dibalik tepuk tangan publik atas gelar akademik yang diraih oleh seseorang, tersembunyi sebuah beban yang jarang dibicarakan, “Beban Untuk Sempurna”. Masyarakat tidak hanya memberikan sebuah pujian dan penghargaan atas gelar yang dicapai pada mereka yang berpendidikan, tapi juga menempatkan mereka dalam sebuah ekspetasi yang sempit dan seringkali menyesakkan. Orang-orang berpendidikan bukan hanya dituntut untuk selalu berpikir jernih dan benar, tetapi juga harus bersikap dengan baik, bebrbicara yang benar, dan bahkan bercanda pun harus mengikuti standart dari etika sosial. Pada perihal ini pendidikan menjadi beban yang menghalangi kebebasan dari orang yang berpendidikan. Padahal jika dianalisis lebih dalam Pendidikan menjadi sebuah wadah untuk berpikir kritis dan memberikan kebebasan pada mereka yang juga kaum terpelajar. Namun, dewasa...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...