Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Corona menghentikan semua, kecuali Pilkada

Sejak Maret lalu, corona mulai santer terdengar di Indonesia. Oleh sebab itu kemudian Pemerintah mengumumkan akan bahaya terpaparnya virus tersebut sehingga beberapa kebijakan dikeluaran mulai dari social distancing, anjuran mematuhi 3 M ( Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Memakai Masker ), juga protokoler kesehatan diberbagai aktivitas di masyarakat. Adanya penyebaran virus tersebut memaksa pola kehidupan berubah di masyarakat. Anjuran untuk aktivitas – aktivitas mulai dari pekerjaan, pembelajaran, dan lain semacamnya yang biasanya dilakukan dengan secara langsung kini terpaksa dilaksanakan dalam jaringan. Selama kurang lebih 7 bulan bertahan dengan ganasnya covid 19 ini, juga telah memunculkan banyaknya korban meninggal akibat paparan virus tersebut, berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh BNPB melalui situs covid19.go.id, dalam hal ini Satuan Tugas Penanganan Covid – 19 data terbaru sebaran covid secara Global menjangkit 216 Negara dengan 17.660.523 Jiwa terkonfirmasi...

Pejuang Pendidikan

Engkau selalu datang pada pagi hari Engkau selalu menghapiri setiap gegap gulita Engkau selalu mengutamakan kepetingan para peserta didik dibandingkan dirimu Tak jarang engkau lupa bahwa engkau belum makan Tak Jarang engkau lupa bahwa engkau belum tidur saking menikmatinya untuk mendidik generasi bangsa ini Tak jarang engkau tidak dibayar namun itu bukan sebuah persolan Engkau tidak menjadikan profesi pendidik sebagai lahan mencari uang namun semua itu adalah pengabdian sungguh mulia wahai para pejuang pendidikan Engkau berjuang demi mewujudkan perubahan engkau berjuang demi mewujudkan para pendahulu bangsa engkau mengerti apa itu penghorban para pejuang maka engkau layak dilabelkan sebagai pejuang pendidikan pengabdian tanpa batas.......... *) Penulis: Munawwar

Rindu Kembali ke kala itu

Angin berhembus secara perlahan-lahan pada hari itu Ingatan daku secara perlahan-lahan berselancar pada kala itu Kala itu daku menempuh pendidikan pada jenjang strata satu kala itu berbagai cita-cita mulai dipikirkan kala itu berbagai aktivitas mulai dirancangkan berbagai prestasi mulai diperoleh berbagai pengakuan mulai didapati seakan-akan semuannya sudah on track namun daku sadar bahwa semuannya belum on track seluruhnya hari ini daku mulai hilang arah dan mulai berada dipersimpangan kebigungan. Entahlah semuanya ini daku tetap berharap akan ada dan kembali pada kala itu. Aku dan kala itu......................

4 Tips Untuk Membangun Personal Branding di Dunia Kampus

               Ada berbagai strategi branding yang di posting bermacam-macam artikel yang ada di dunia internet terutamanya yang berbentuk website, sehingga bagi yang membacanya sangat ingin menerapkan strategi yang di tulis di sana. Ini ada beberapa 5 Tips untuk membangun personal branding di dunia kampus apalagi sekarang ini sudah masuk pembelajaran semester pertama bagi mahasiswa baru. Pasti kita sebagai Maba ingin dikenal oleh teman-teman angkatan atau teman dari berbagai jurusan tidak lupa juga kakak angkatan kita yang banyak bermuka seram/garang ketika dimasa tahun ajaran baru. 1.        Memberanikan Untuk Menjadi Ketua Kelas (Komting) Kenapa ini sangat perlu ketika kita sedang menjadi mahasiswa baru, karena ketika kita sudah menjadi ketua kelas maka kita mendapatkan amanah dari dosen sehingga kita mendapatkan keuntungan lebih dekat dengan dosen, segala urusan yang ber...

Aku dan Kamu

Aku terbaring di tempat tidur Kamu menertawai aku Kamu sakit kepala Aku yang pusing geleng-geleng kepala Aku ingin pergi Kamu menahan aku Kamu di bully Aku membantu kamu menghadapi masalah  Hidup ini seperti Air  Ada kalanya Air keruh dan jernih Hidup ini terasa berat atau ringan Tergantung kamu berproses untuk menikmati hidup ini Aku ini sahabat kamu Sahabat masa kecil dulu Tapi kamu sekarang sudah berbeda Gara-gara sudah mengenal dia Dia menghancurkan persahabatan kita Yang sudah kita bangun sudah lama Mari di masa PSBB ini untuk memperakrabkan kembali silaturahmi kitaa. *) Penulis: Jakfar Warga Indonesia yang sedang di masa PSBB

Aku Merana di Masa Corona

Jejak kaki pagi ini terasa berat Aku masih sendiri di kamar Cuma bisa menikmati dunia dalam genggaman Setiap hari aku cuma bisa seperti ini Mataku selalu sayu seperti ingin tidur kembali Bosan menghampiri aku Badan terasa seperti sedang mengangkat beban yang sangat berat. Ah sudahlah untuk apa aku pikirkan Dunia saja masih Merana Masih banyak korban jiwa berjatuhan Setiap hari disiarkan di Televisi, Media Sosial, dan Media Cetak. Dunia seperti ingin menyerah dengan beban ini Apalagi aku kerjanya cuma rebahan Setiap hari mikirin Dunia kapan Corona Hilang Ingin rasanya melihat kembali keindahan alam Suara ombak, gunung, hamparan sawah, sungai.  Aku Merana di Masa Corona Kemeranaan ini tidak akan habis-habisnya Sebelum Corona Hilang di Dunia ini Aku seperti orang yang baru di putuskan *) Penulis: Jakfar  Warga Indonesia yang Galau dengan Corona

POLITISASI MASKER MASA COVID-19

"Masker yang dijadikan untuk mencegah Covid-19, tapi masker sudah dibalut dengan politik" (anonimus) Corona Pertama              Semenjak COVID-19 menyerang Dunia yang berawal dari Wuhan, Cina sehingga dalam 24 jam sudah menambah korban pasien Covid-19 tidak perlu waktu lama untuk menyebarkan virus ini kepada manusia, dimasa tersebut dunia dihebohkan dengan proses penyebaran virus Covid-19 yang sudah hampir membuat tingkat prekonomian disuatu negara lumpuh karena banyak pemimpin negara menerapkan bagi masyarakatnya supaya bisa tinggal dirumah untuk sementara, segala sesuatu seperti sekolah, perkantoran, sarana publik, dan lain-lain itu sepi tidak ada orang.           Apalagi ketika kita mau keluar rumah harus selalu membawa peralatan seperti masker, hand sanitizer, dan alat pelindung diri lainnya yang harus selalu dibawa untuk mencegah virus tersebut menyebar kekita. Indonesia salah satu nega...

KUASA RECEH DAN PENGKHIANATAN

Foto koleksi pribadi "Nilai pengkhianat tidak lebih dari kotoran yang ia keluarkan dari duburnya" (Anonimus)             Tameng harapan terakhir yang dimiliki setiap bangsa adalah pendidikan dan juga hasil dari pendidikannya. Pendidikan dengan seluruh sistem yang diberlakukan menentukan arah perjalanan sebuah negeri, karena dari situlah tunas selanjutnya lahir. Peran yang sangat penting diemban oleh kaum yang hidup dalam lingkup pendidikan. Lebih spesifik, pendidikan yang dimaksudkan penulis adalah para Millenials yang sedang berproses dalam dunia kampus.             Seuntai kalimat dari seorang pejuang kemanusiaan Afrika Selatan, Nelson Rolilahla Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia’. Makna terdalam kalimat itu adalah adanya pemusatan secara berkesinambungan terhadap apa yang disebut Mary Evans (2004) dengan Driven to S...

QANUN ACEH NO 11 TAHUN 2018 TENTANG LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH HANYA SEBAGAI PAJANGAN KEPADA PUBLIK

BANDA ACEH-Political Club : JUMADIN sebagai pemerhati sejauh ini melihat masih ada lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh yang belum mengkorversi ke Syariah ini tentunya suatu tindakan yanh melecehkan draft Qanun Aceh No. 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang telah di putuskan pada rapat paripurna antara Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Eksekutif Gubernur Aceh pada pasal dua poin pertama disebutkan lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh harus berdasarkan prinsip syariah dan poin kedua disebutkan aqad keuangan di Aceh menggunakan prinsip Syariah. Yang dikeluarkan pada tanggal 31 Desember 2018 M. Atau 23 rabiul akhir 1440 H yang ditetapkan di Banda Aceh Yang ditanda tangani oleh sekretaris daerah Aceh Bapak Dermawan dan PLT. Gubernur Aceh Bapak Nova Iriansyah. Jika menelaah lebih dalam tentang isj Draft Qanun Aceh No. 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah maka sangat jelas dijelaskan didalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 No. 94, tamba...

KUPIAH MEUKUTOP SEBAGAI BENTUK REFLEKSI SEJARAH KEPAHLAWANAN ACEH

  KUPIAH MEUKUTOP SEBAGAI BENTUK REFLEKSI SEJARAH KEPAHLAWANAN ACEH Di masa sekarang ini Aceh sedang dihebohkan dengan keberadaan Kupiah meukutop sebagai topi tradisional adat aceh yang sudah menjadi trend   dengan nama kupiah teuku umar menjadi sebuah fenomena dikalangan masyarakat aceh. Bahkan kupiah meukutop ini banyak digemari dari semua kalangan baik yang berprofesi sebagai politikus, saudagar, atau sebagainya. Dengan rama rami memakai kupiah meukutop. Hal ini sebagai bentuk “ Refleksi Sejarah Kepahlawanan Aceh ” . Untuk prosesnya pembuatannya lumayan sedikit rumit karena harus tahu cara untuk pembuatan motif yang menjadi ciri khas Kupiah ini, inilah sedikit gambaran proses pembuatannya. Kupiah meukutop ini terbuat dari kain berwarna dasar merah dan kuning. Kain dirajut menjadi satu berbentuk lingkaran. Pingiran bawah kupiah meukeutop terdapat motif anyaman dengan kombinasi empat warna yaitu merah, hijau, kuning dan hitam. Anyaman serupa terdapat dibagian t...