Langsung ke konten utama

Tangisan Perpustakaan



Dalam ruangan ini aku sendiri
Cuma bisa terdiam dan bersembunyi
Rupa aku seperti rupa yang tidak pernah di lihat
Hari demi hari aku lewati

Tidak satupun orang mau mampir
Inilah manusia zaman sekarang
Mau berubah tapi tidak berusaha
Di dalam Ingatan ini cuma beberapa yang mampir

Sedih-sedih, ibarat barang yang sudah usang
Di pakai jika lagi di butuhkan
Di Lihat hanya untuk menjadi pajangan
Semakin Usang rasanya

Kapan ini berhenti
Aku mau diri aku digunakan
bukan untuk jadi pajangan
kotornya aku bukan karena di gunakan

Aku mau menangis rasanya
Tidak ada satu orang pun menghampiri aku
Inikah Tanda kemajuan zaman
semua orang asyek dengan gadgetnya

Lentera kehidupan tdak ada lagi
Semuanya Kembali seperti masa kegelapan
Perpustakaan di jadikan tempat bar bukan untuk di baca-baca
 Kapan ini bisa berubah....?

Esok kah atau kapan
Lusa kah atau kapan
Mingu ini atau tahun depan
Semuanya mau berubah

Kita sebagai mahasiswa
Rajin-rajin Untuk ke perpustakaan
Ini semua untuk diri kalian
Pilihan ada di hadapan.

JAKFAR
pegiat Opini dan puisi
IMPP (Ikatan Mahasiswa Pemuda Pulo Kambing)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...

MAHASISWA KKN UAD GANDENG REMAJA MASJID AL HASANAH PRINGGOLAYAN DALAM SOSIALISASI PENTING: PENCEGAHAN BULLYING DAN KEKERASAN SEKSUAL

Oleh: Nur Fatimah, S,Pd., M.Hum., Muhammad Karunia, dkk. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi pencegahan bullying dan kekerasan seksual bagi remaja Masjid Al Hasanah, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 10 Maret 2025, usai salat tarawih di Masjid Al Hasanah. Sosialisasi ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN UAD sebagai bagian dari upaya mereka untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat selama masa pengabdian. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ibu Nur Fatimah, S.Pd., M.Hum. dan mahasiswa KKN, Muhammad Karunia. "Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang bahaya bullying dan kekerasan seksual, serta memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain," ungkap Muhammad Karunia, salah satu mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi ...