Langsung ke konten utama

AKU RINDU PADAMU RASULULLAH

ilustrasi geogle
oleh Munawwar
Bulan dan matahari silih berganti menyinari dunia
Akhir kehidupan adalah kembali kepadaNya
Engkau di utus oleh Allah untuk menyinari dunia ini
Engkau adalah sosok teladan yang pernah ada
Perilaku dan tutur katamu membuat siapa yang mendegarnya menjadi tunduk dan patuh
Andaisaja engkau tidak pernah di utus maka kehancuran dan kebinasan menjadi akhir dari kehidupan daku
Perjalanan hidupmu begitu terjal cemoohan dan hinaan menjadi hal yang biasa engkau dapatkan
Namun semangat dan harapanmu menjadikan engkau, tetap tegar di dalam menjalani tugas berat ini
Ya Rasulullah dengan apa daku harus membayar akan segala usahamu
daku yang lahir diakhir zaman
daku yang tidak pernah ikut berjihad denganmu di saat-saat sulit dahulu
Tak jarang ketika namamu disebutkan daku tidak bershalawat kepadamu
Tak jarang ketika sebagai orang merayakan kelahiranmu daku mecerca akan hal yang dilakukannya
engkau telah membawa kesempurnaan agama kepada daku
 agama Islam yang begitu sempurna, berisi seluruh aturan-aturan kehidupan.
Dan sekarang daku tanpa sadarnya membuat agama yang engkau bawa dengan susah payah mengalami kehancuran secara perlahan-lahan
Begitu hinanya daku
daku yang terkandang tidak melaksanakan perintah Allah
Tidak mendirikan sholat
Tidak berpuasa
Tidak membayar zakat
Tidak naik haji walaupun sudah mampu
Andai saja engkau sekarang ini bersama daku tentu begitu marahnya engkau
Ya Allah, tuhanku ampunilah dosa-dosa daku yang tanpa sadar  telah membuat engkau marah akan perbuatan ini
daku sadar bahwa tiap kali kami telah membuatmu marah
Ya Rasulullah daku begitu rindu untuk berjumpa denganmu walaupun hanya dalam mimpi
Keteguhan dan ketabahanmu merupakan suatu hal yang sangat mulia
Sungguh tidak akan ada manusia
 sepertimu ya Rasulullah
Engkau rela habiskan waktumu hanya untuk menyerukan manusia kepada jalan kebaikan
Engkau rela habiskan waktumu hanya untuk menyelamatkan manusia dari kepedihan azab

  









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

TERPENJARA OLEH GELAR: REALITAS SOSIAL KAUM TERDIDIK

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Dibalik kesenangan dan sorak sorai keluarga saat seseorang mencapai puncak pada pendidikan (di wisuda), atau bahkan dibalik tepuk tangan publik atas gelar akademik yang diraih oleh seseorang, tersembunyi sebuah beban yang jarang dibicarakan, “Beban Untuk Sempurna”. Masyarakat tidak hanya memberikan sebuah pujian dan penghargaan atas gelar yang dicapai pada mereka yang berpendidikan, tapi juga menempatkan mereka dalam sebuah ekspetasi yang sempit dan seringkali menyesakkan. Orang-orang berpendidikan bukan hanya dituntut untuk selalu berpikir jernih dan benar, tetapi juga harus bersikap dengan baik, bebrbicara yang benar, dan bahkan bercanda pun harus mengikuti standart dari etika sosial. Pada perihal ini pendidikan menjadi beban yang menghalangi kebebasan dari orang yang berpendidikan. Padahal jika dianalisis lebih dalam Pendidikan menjadi sebuah wadah untuk berpikir kritis dan memberikan kebebasan pada mereka yang juga kaum terpelajar. Namun, dewasa...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...