Langsung ke konten utama

Sapaan kecil dari tuhan di tanah rencong




                                                                   Karya: Hasfrilla Yulanda 
                                                         Mahasiswa pendidikan fisika Uin Ar-Raniry

Dari sunyi malam sebelum fajar..
Di bawah rembulan, bersama deburan ombak
Dedaunan kelapa yang terus menari mengikuti alunan angin
Seakan menjadi melodi pengisi luka
Kini..
Ku pejamkan kembali mata ini di dalam samudera hitam
Membawa diri bersama kenangan kelam
Membalutnya ke dalam lumpur, yang menimbun duka di bawah puing-puing karang lautan dalam
Di kala itu, dunia seolah membisu tak bernada
Mentari yang hanya memandang dari baliknya awan
Dan langit menjadi saksi
Dari ganasnya hempasan ombak, yang menggoreskan kenangan di tanah rencong
Jelas ku ingat..
Ketika nyanyian duka yang berirama, berbisik tentang indahnya perhiasan dunia
Dimana istana-istana megah yang menatap langit
Tubuh-tubuh mungil tak berdosa
Seketika hanyut dalam deburan ombak..
Haluan cinta yang menawan tak berparas
Terbalut kian dalam pelukan gulungan ombak, gelap di dalam arus pandangan dunia
Dan menjadikannya bagian dari puing-puing karang di dalam lautan yang dalam
Kembali ku buka mata di atas kenangan..
Kenangan duka tak berilusi..
Yang merubah taman menjadi kuburan kenangan
Dan ku sadar..
Bahwa ialah sapaan kecil dari tuhan untuk tanah rencong

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

TERPENJARA OLEH GELAR: REALITAS SOSIAL KAUM TERDIDIK

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Dibalik kesenangan dan sorak sorai keluarga saat seseorang mencapai puncak pada pendidikan (di wisuda), atau bahkan dibalik tepuk tangan publik atas gelar akademik yang diraih oleh seseorang, tersembunyi sebuah beban yang jarang dibicarakan, “Beban Untuk Sempurna”. Masyarakat tidak hanya memberikan sebuah pujian dan penghargaan atas gelar yang dicapai pada mereka yang berpendidikan, tapi juga menempatkan mereka dalam sebuah ekspetasi yang sempit dan seringkali menyesakkan. Orang-orang berpendidikan bukan hanya dituntut untuk selalu berpikir jernih dan benar, tetapi juga harus bersikap dengan baik, bebrbicara yang benar, dan bahkan bercanda pun harus mengikuti standart dari etika sosial. Pada perihal ini pendidikan menjadi beban yang menghalangi kebebasan dari orang yang berpendidikan. Padahal jika dianalisis lebih dalam Pendidikan menjadi sebuah wadah untuk berpikir kritis dan memberikan kebebasan pada mereka yang juga kaum terpelajar. Namun, dewasa...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...