Langsung ke konten utama

Buka Puasa Bersama


koleksi: Jakfar


Banda Aceh (31/05/2018) Pengurus Political Club Prodi Ilmu Politik Fisip Unsyiah Melaksanakan acara buka puasa bersama. Acara buka puasa bersama dilangsungkan di kediaman koordinator. Agenda buka puasa ini di awali dengan masak bersama.  
“Pemilihan tempat buka puasa dan juga masak bersama, adalah untuk memperkuat kembali kekompakan, sudah barang tentu banyak sekali momen yang dapat di peroleh daripada masak bersama tersebut” ujar munawwar”.

Memasak  secara filosofi juga dapat kita maknai, bahwa memasak memerlukan kerja sama, adanya pembagian tugas, yaitu: adanya yang bertugas mencuci sayuran, memotong sayuran dan sebaginnya. Artinya di sini, ada kolaborasi kerja sama yang padu dipraktekkan, begituhal juga dengan organisasi, di dalam organisasi setiap anggota dan pengurus memiliki tugas masing-masing, ada yang bertugas membangun kerja sama dengan lembaga atau instansi, ada yang bertugas mengelola media dan sebagainya. Maka oleh karenanya, setiap orang memiliki tugas masing-masing. setiap tugasnya memiliki kontribusi untuk membesarkan organisasi. Ketika ada seseorang yang tidak menjalankan tugasnya maka akan berdampak terhadap kelangsungan organisasi.

Apalagi kita sekarnang berada di bulan ramdhan. Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Seseorang Muslim di tuntut untuk melalui bulan ramadhan dengan baik. Banyak pembelajaran yang dapat di ambil di bulan ramadhan, salah satunya adalah untuk membiasakan diri untuk tidak marah atau dengan kata lain adalah menahan amarah. Hal tersebut juga harus dipraktekan di dalam organisasi, terkandang banyak sekali dinamika yang terjadi di dalam organisasi, baik itu kita sadari maupun tidak kita sadari. Oleh sebab itu harus kita sikapi dengan kepala dingin dan berorientasi kepada penyelesaian masalah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

TERPENJARA OLEH GELAR: REALITAS SOSIAL KAUM TERDIDIK

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Dibalik kesenangan dan sorak sorai keluarga saat seseorang mencapai puncak pada pendidikan (di wisuda), atau bahkan dibalik tepuk tangan publik atas gelar akademik yang diraih oleh seseorang, tersembunyi sebuah beban yang jarang dibicarakan, “Beban Untuk Sempurna”. Masyarakat tidak hanya memberikan sebuah pujian dan penghargaan atas gelar yang dicapai pada mereka yang berpendidikan, tapi juga menempatkan mereka dalam sebuah ekspetasi yang sempit dan seringkali menyesakkan. Orang-orang berpendidikan bukan hanya dituntut untuk selalu berpikir jernih dan benar, tetapi juga harus bersikap dengan baik, bebrbicara yang benar, dan bahkan bercanda pun harus mengikuti standart dari etika sosial. Pada perihal ini pendidikan menjadi beban yang menghalangi kebebasan dari orang yang berpendidikan. Padahal jika dianalisis lebih dalam Pendidikan menjadi sebuah wadah untuk berpikir kritis dan memberikan kebebasan pada mereka yang juga kaum terpelajar. Namun, dewasa...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...