Langsung ke konten utama

Belajar Low Profile dari Jakfar


Jakfar bersama komunitas peduli Pemilu (fofo : facebook)
Disela kesibukannya ternyata Jakfar juga mengisi kesehariannya dengan bekerja. Memang pantas jika saya sebutkan diawal tulisan ini sebagai orang paling giat, ulet dan cekatan
 
Jika ada penghargaan sebagai orang paling giat, ulet dan cekatan  kepada para pegiat Political Club, maka, orang yang saya ceritakan satu ini adalah yang pantas mendapatkannya. Namanya Jakfar, dikalangan para pegiat Political Club ia biasa dipanggil Jack. Seperti nama tokoh utama dalam film epic Pirates of Carribean, Jack Sparrow, yah, meskipun tentu ia bukanlah seorang Pirates atau bajak laut. Namun Pemuda kelahiran Pulo Kambing ini memiliki banyak keahlian yang tidak akan kalah saing dari Jack Sparrow, mulai dari desain grafis, blogger hingga Video editor.

Jakfar (Kemeja Merah) sedang berdiskusi dengan Kader KAMMI


Pemuda bermata sipit ini juga punya riwayat keorganisasian yang mentereng, mulai dari anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP 2016/2017, Ketua bidang Kebijakan Publik (KP) KAMMI Unsyiah 2016/2017, ketua bidang Humas KAMMI Unsyiah 2017/2018 hingga pegiat komunitas Peduli Pemilu. Namun tentu si “Jack Sparrow” tetap Low Profile.


Jakfar adalah orang yang lucu yang kelucuannya tidak dibuat - buat. Kalau ada istilah inner beauty maka Jakfar memiliki Inner Funny. Pernah instagramnya berganti nama menjadi "calon bupati aceh selatan 2024" padahal tidak ada pemilihan apapun tahun 2024.


Disela kesibukannya ternyata Jakfar juga mengisi kesehariannya dengan bekerja. Memang pantas jika saya sebutkan diawal tulisan ini sebagai orang paling giat, ulet dan cekatan. Tak banyak mahasiswa bisa melakukan itu semua tanpa meninggalkan yang lain. Apalagi Pemuda yang menguasai empat bahasa, mulai dari bahasa Aceh , Kluet, Aneuk Jamee dan tentunya bahasa Indonesia ini ternyata juga punya nilai akademik yang lumayan, 3,45. Ditambah lagi, jika kita memperhatikan artikel - artikel disitus Political Club ini, Jack ternyata termasuk salah satu penulis paling aktif.
Well, quite inspiring!


Jakfar (Kiri), Foto : Instagram

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...

Duek Pakat Perdamaian: Generasi Muda Aceh Perkuat Silaturahmi Lintas Iman

Jantho, Aceh Besar -  Generasi muda Aceh dari berbagai latar belakang, lintas agama dan suku berkumpul dalam kegiatan Duek Pakat Perdamaian: Menjalin Silaturahmi Lintas Iman pada 26–27 April 2025 di Jantho Baru, Kabupaten Aceh Besar. Acara yang diinisiasi oleh Peace Generation Aceh ini bertujuan memperkuat kepemimpinan damai anak muda melalui dialog lintas iman, edukasi nilai-nilai perdamaian, serta simulasi manajemen konflik. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan generasi muda yang menjadi motor penggerak masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan damai,” ujar Teuku Avicenna Al Maududdy, Koordinator Umum Peace Generation Aceh. Kegiatan dua hari ini diisi dengan berbagai sesi, seperti refleksi 12 nilai dasar perdamaian, scriptural reasoning (dialog lintas iman berbasis kitab suci), hingga ruang refleksi malam untuk memperkuat solidaritas dan ruang kemerdekaan berpendapat antar peserta. Acara ditutup dengan sesi saling memaafkan untuk mempererat rasa kebersamaan. Ti...