Langsung ke konten utama

Acara Silahturahmi dan Mubes Political Club



sumber gambar: Geleri Political Club

Banda Aceh (19/03/2017) Komunitas Political Club LAB Ilmu Politik Fisip Unsyiah, melaksanakan kegiatan silahturahmi dan mubes bersama serta dilanjutkan dengan kegiatan bersama,  kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat kembali tujuan dan arah kedapan komunitas. Libur panjang dan jeda smester menjadi awal dari ke vakuman sementara political club tersebut.
       Kegiatan ini di hiasi canda tawa bersama, kerja sama antara satu pengurus dengan pengurus mewarnai kegiatan ini, menurut munawwar, kegiatan ini sangat di perlukan dan menjadi momentum, untuk memperkuat kembali ukhuwah persaudara. Serta menjadi ajang untuk mempersatukan kembali pandangan, karena selama liburan ini, tidak bisa di pungkiri, telah melahirkan berbagai presepsi terhadap, konsistensi political club ini.
      Kritikan dan saran yang diberikan, selama proses mubes, menjadi hal yang amat penting, sehingga dapat melahirkan solusi baru, tentunya, setiap pengurus memiliki cara pandang yang berbeda dan hal ini adalah sesuatu hal yang lumrah terjadi ungkapnya.
       Proses mubes berlangsung secara khitmat, adu argumen menjadi hal yang biasa, di dalam mubes ini beberapa solusi yang di tawarkan, Pertama, adanya pengaturan jadwal yang jelas, untuk mengupload opini, Kedua,perlu dilaksanakan suatu diskusi publik agar, publik tahu bahwa Political Club, masih ada. Dan juga untuk menarik perhatian angkatan-angkatan baru untuk dapat tertarik masuk Political Club.

      Kegiatan ini di akhiri dengan makan bersama, humor humor ringan yang di lempar oleh ketua kominfo, menjadi pencair suasana pada kegiatan makan bersama ini, bahkan tidak sedikit pengurus yang tidak henti-hentinya untuk tertawa, untuk membanyangkan istilah-istilah yang katakan oleh ketua kominfo tersebut. Kegiatan ini, juga menjadi pertanda bahwa, seluruh pengurus Political Club, untuk terus berkerja keras untuk membawa Political Club, menjadi lebih baik lagi, retentan agenda sudah menanti kedapan, terus semangat. (Mr) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...

Duek Pakat Perdamaian: Generasi Muda Aceh Perkuat Silaturahmi Lintas Iman

Jantho, Aceh Besar -  Generasi muda Aceh dari berbagai latar belakang, lintas agama dan suku berkumpul dalam kegiatan Duek Pakat Perdamaian: Menjalin Silaturahmi Lintas Iman pada 26–27 April 2025 di Jantho Baru, Kabupaten Aceh Besar. Acara yang diinisiasi oleh Peace Generation Aceh ini bertujuan memperkuat kepemimpinan damai anak muda melalui dialog lintas iman, edukasi nilai-nilai perdamaian, serta simulasi manajemen konflik. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan generasi muda yang menjadi motor penggerak masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan damai,” ujar Teuku Avicenna Al Maududdy, Koordinator Umum Peace Generation Aceh. Kegiatan dua hari ini diisi dengan berbagai sesi, seperti refleksi 12 nilai dasar perdamaian, scriptural reasoning (dialog lintas iman berbasis kitab suci), hingga ruang refleksi malam untuk memperkuat solidaritas dan ruang kemerdekaan berpendapat antar peserta. Acara ditutup dengan sesi saling memaafkan untuk mempererat rasa kebersamaan. Ti...