Langsung ke konten utama

Diskusi Dan Nobar dengan Tema : “Mengali Fakta Buta Mei di Aceh”

Foto bersama pemateri
                      

Banda aceh-himapol (Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik) menyelengarakan Diskusi Publik dan NOBAR (Nonton Bareng) dengan tema: "Mengali fakta buta mei di aceh" bertempat di aula fisip unsyiah. (25/05/2016)

Acara tersebut terselengara dengan dorongan semua pihak mulai dari mahasiswa itu sendiri, dosen, dan aktivis. untuk mendorong masyarakat sekarang untuk mengingat masa lalu yang sangat suram dengan kejadian konflik yang berkepanjangan di aceh.

Pada kegiatan tersebut mahasiswa sangat antusias ikut serta dalam kegiatan Nobar dan diskusi publik, acara ini bisa memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa yang mayoritas ikut serta jurusan ilmu politik.

Dalam sambutannya sekretaris himapol berharap bahwa seluruh peserta diskusi dan khususnya mahasiswa untuk lebih peka dan aktif mengkaji isu-isu masa lampau yang terjadi di aceh, agar rentetan peristiwa yang pernah terjadi di aceh dapat dipahami secara jelas oleh seluruh mahasiswa khususnya, dan berharap diskusi yang seperti ini akan terus berlanjut di Fisip, ungkap Putri Mulya Sari.

Apalagi status darurat militer pada masa tahun 2003 memberikan memori yang tidak bisa di hilangkan kebanyakan masyarakat di aceh, karena kasus ini  sudah menjadi kasus yang hangat pada tahun tersebut.

Foto bersama pemateri

Acara ini sangat bagus bagi saya sendiri dan memberikan wawasan dalam hal aktor-aktor yang ikut serta sebagai pemain dalam konflik aceh, ungkap Diah utari

Dengan acara ini bisa memberikan masukan bagi pemimpin sekarang untuk mencari fakta kejadian masa lampau. (Jakfar)




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

TERPENJARA OLEH GELAR: REALITAS SOSIAL KAUM TERDIDIK

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Dibalik kesenangan dan sorak sorai keluarga saat seseorang mencapai puncak pada pendidikan (di wisuda), atau bahkan dibalik tepuk tangan publik atas gelar akademik yang diraih oleh seseorang, tersembunyi sebuah beban yang jarang dibicarakan, “Beban Untuk Sempurna”. Masyarakat tidak hanya memberikan sebuah pujian dan penghargaan atas gelar yang dicapai pada mereka yang berpendidikan, tapi juga menempatkan mereka dalam sebuah ekspetasi yang sempit dan seringkali menyesakkan. Orang-orang berpendidikan bukan hanya dituntut untuk selalu berpikir jernih dan benar, tetapi juga harus bersikap dengan baik, bebrbicara yang benar, dan bahkan bercanda pun harus mengikuti standart dari etika sosial. Pada perihal ini pendidikan menjadi beban yang menghalangi kebebasan dari orang yang berpendidikan. Padahal jika dianalisis lebih dalam Pendidikan menjadi sebuah wadah untuk berpikir kritis dan memberikan kebebasan pada mereka yang juga kaum terpelajar. Namun, dewasa...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...