Langsung ke konten utama

Forum Political Club Gelar Talk Show Bersama Para Aktivis Aceh

Peserta Talk Show Foto Bersama
Banda Aceh | Forum Political Club melaksanakan Talk Show bersama para aktivis Aceh di AulaFISIP Unsyiah, Senin (04/04). Dalam kegiatan tersebut banyak sekali antusias mahasiswa yang berminat untuk mengikuti acara tersebut, dan ini dikarenakan mahasiswa masih peka terhadap isu-isu tentang Aceh.
Acara ini dilaksanakan untuk membangkitkan kembali pandangan mahasiswa dalam hal ini mahaiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik terkait isu-isu yang belakangan ini marak melanda Aceh. Maka dari itu acara Talk show menjadi  sebuah solusi bagi mahasiswa ilmu politik khususnya dan mahasiswa FISIP umumnya, ungkap munawwar ketua panitia talk show.
“Acara ini sangat bagus untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam hal menganalisa isu-isu terkini yang bermunculan di Aceh dan sebagai wadah anak poltik fisip unsyiah, ” ugkap Efendi Hasan, Ketua Prodi Ilmu Politik.
Muhammad MTA menambahkan, acara ini harus menjadi awal dari perubahan paradigma mahasiswa yang sebelumnya tidak acuh terkait persoalan yang terjadi di Aceh dan untuk selanjutnya menjadi orang pertama yang akan mengkaji persoalan yang ada di Aceh.
“Sudah seharusnya mahasiwa ilmu politik harus  menjadi aktifis dalam perjuangan menuju aceh yang sejahtera dalam membagun aceh kedepan oleh aktifis muda mudi fisip,” tambah Muhammad MTA yang menjadi narasumber dalam acara talk show dan dia juga merupakan salah satu aktivis Aceh yang terlibat pada masa referedum.
Pemateri lain, Hamzah juga mengingatkan, peran mahasiwa jangan berhenti dan dia berharap terus berperan untuk lebih baik lagi dari yang terlibat sekarang agar bisa mewujudkan kemajuan Aceh ke depan. “Aktivis pergerakan tidak akan pernah mati, kecuali masyarakat Aceh sudah sejahtera semuannya,” ungkap Hamzah salah satu dari pemateri.
Sementara Radhi Darmasyah mengingatkan, aktivis muda harus paham terhadap isu-isu yang terjadi di Aceh, karena sangat berbeda perjuangan dahulu dengan sekarang bila dahulu perjuangan adalah untuk mencabut darurat militer yang diberlakukan oleh pemerintah pusat , akan tetapi fokus utama aktivis sekarang adalah menjadi kelompok penekan bagi pemerintah agar bisa terwujudnya kesejahteraan pada masyarakat Aceh.
“Oleh karenanya ini harusmenjadi tugas mahasiswa fisip sebagai aktifis dalam perjuangan untuk aceh dalam mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujarnya. “Dan dengan acara talk show ini bisa membangkitkan jiwa-jiwa aktifis dulu untuk bisa bekarya dalam mensejahterakan masyarakat,” tambahnya. [r]
Sumber : http://atjehdaily.com/forum-political-club-gelar-talk-show-bersama-para-aktivis-aceh/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...

MAHASISWA KKN UAD GANDENG REMAJA MASJID AL HASANAH PRINGGOLAYAN DALAM SOSIALISASI PENTING: PENCEGAHAN BULLYING DAN KEKERASAN SEKSUAL

Oleh: Nur Fatimah, S,Pd., M.Hum., Muhammad Karunia, dkk. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi pencegahan bullying dan kekerasan seksual bagi remaja Masjid Al Hasanah, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 10 Maret 2025, usai salat tarawih di Masjid Al Hasanah. Sosialisasi ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN UAD sebagai bagian dari upaya mereka untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat selama masa pengabdian. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ibu Nur Fatimah, S.Pd., M.Hum. dan mahasiswa KKN, Muhammad Karunia. "Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang bahaya bullying dan kekerasan seksual, serta memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain," ungkap Muhammad Karunia, salah satu mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi ...