Langsung ke konten utama

Diskusi : Peran Perpustakaan dalam Kemajuan Pendidikan

Diskusi Political Club bersama Kepala Perpustakaan Unsyiah, Kamis 24 Maret 2016
Political Club melakukan diskusi bersama kepala perpustakaan Unsyiah, Bapak Dr Taufiq Abdul Gani S.Kom,M.Eng,Sc di aula lantai 2 perpustakaan Unsyiah. Diskusi tersebut mengangkat tema "Peran Perpustakaan dalam Kemajuan Pendidikan".Dalam paparannya pak Taufiq  mengatakan bahwa perpustakaan unsyiah sudah banyak berbenah dari pada tahun tahun sebelumnya. Ada banyak sekali inovasi - inovasi baru yang telah dilakukan untuk menarik banyak pengunjung ke perpustakaan.
Misalnya inovasi yang terbaru adalah inovasi di bidang IT, perpustakaan unsyiah sekarang mengunakan IT di bidang birokrasi dan pengelolaan perpustakaannya. Sehingga mahasiswa sangat nyaman dengan adanya perpustakaan yang sudah berbasis teknologi, seperti halnya dalam pencarian buku, jurnal, dll. dan sekarang ini di perpustakaan unsyiah ada kegiatan rutin mahasiswa dalam kancah seni dan untuk menyalurkan bakat mahasiswa itu sendiri, kegiatan tersebut terselengara karena ada kemauan dari mahasiswa itu sendiri sehingga pihak perpustakaan menyediakan fasilitas untuk acara relax and easy dan sampai sekarang ini kegiatan rutin sudah dilaksanakan setiap hari rabu jam 02.00-02.30 siang. 

Diskusi Political Club bersama Kepala Perpustakaan Unsyiah, Kamis 24 Maret 2016

Sampai sekarang ini mahasiswa, dosen, berkunjung ke perpustakaan universitas syiah kuala, ada yang datang untuk mencari jurnal,buku, atau hanya untuk diskusi bersama kawankawan mereka, dan ada juga yang datang cuma belajar sendiri. berkat portal http://uilis.unsyiah.ac.id/ semua bahan sudah tersedia di dalam aplikasi yang ada di portal tersebut, agar semua orang tahu bagaimana hidup di zaman globalisasi ini. semuanya serba teknologi dan sebagai mahasiswa harus peka terhadap persoalan globalisasi.
Dalam hal ini Political Club juga merupakan salah satu kelompok mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk melakukan diskusi. Dengan banyaknya fasilitas yang tersedia maka bisa meningkatkan kunjungan mahasiswa,dosen,umum ke perpustakaan unsyiah. Menurut data perpustakaan unsyiah dari tahun 2012 sampai tahun 2015 pengunjung yang datang ke perpustakaan meningkat tajam dan peminjaman buku pun meningkat dari tahun ke tahun. Berkat antusias pengunjung maka akhirnya perpustakaan unsyiah mendapatkan certificat ISO dengan pelayanan yang lumayan bermutu. Namun demikian tetap ada kendala dalam proses pembenahan perpustakaan yang lebih baik, seperti yang disampaikan pak Taufiq tentang proses anggaran yang terlambat sehingga memperlambat kinerja birokrasi perpustakaan. Akhirnya kita tentu berharap kedepan perpustakaan unsyiah bisa terus berbenah ke arah yang lebih baik lagi kedepan, dan terus menjadi pilihan utama mahasiswa dalam kelancaran studinya. 


Diskusi Political Club bersama Kepala Perpustakaan Unsyiah, Kamis 24 Maret 2016


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

TERPENJARA OLEH GELAR: REALITAS SOSIAL KAUM TERDIDIK

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Dibalik kesenangan dan sorak sorai keluarga saat seseorang mencapai puncak pada pendidikan (di wisuda), atau bahkan dibalik tepuk tangan publik atas gelar akademik yang diraih oleh seseorang, tersembunyi sebuah beban yang jarang dibicarakan, “Beban Untuk Sempurna”. Masyarakat tidak hanya memberikan sebuah pujian dan penghargaan atas gelar yang dicapai pada mereka yang berpendidikan, tapi juga menempatkan mereka dalam sebuah ekspetasi yang sempit dan seringkali menyesakkan. Orang-orang berpendidikan bukan hanya dituntut untuk selalu berpikir jernih dan benar, tetapi juga harus bersikap dengan baik, bebrbicara yang benar, dan bahkan bercanda pun harus mengikuti standart dari etika sosial. Pada perihal ini pendidikan menjadi beban yang menghalangi kebebasan dari orang yang berpendidikan. Padahal jika dianalisis lebih dalam Pendidikan menjadi sebuah wadah untuk berpikir kritis dan memberikan kebebasan pada mereka yang juga kaum terpelajar. Namun, dewasa...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...