Kesetiaan Seorang LeLaki

 


Beberapa waktu lalu aku mendengarkan sebuah cerita dari salah satu senior di tempatku bekerja, yang beliau ceritakan adalah pengalaman beliau ketika menjalin hubungan dengan wanita. Ia mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu pernah menyukai seorang wanita, yang tak lain wanita itu adalah muridnya sendiri, tetapi selama ia mengajar di tempat itu beliau berusaha untuk menahan agar tidak mengungkapkan perasaan tersebut kepada wanita itu.

Tak lama kemudian wanita itupun wisuda, dan tak lama setelah acara wisuda berakhir beliaupun mencoba untuk berbicara dengan orang tua si wanita itu. Tak menunggu waktu lama lagi ia pun memberanikan diri untuk membuka pembicaraan. Sebut saja nama wanita itu sholeha.. "Pak, orang tua si leha ya ?" Si bapak menjawab "iya benar ustadz, ustadz guru d sini ?" Ia menjawab "Benar pak, saya termasuk guru yg mengajar di kelas leha" si bapak melanjutkan pembicaraan "Gimana leha ustadz ? Bandel di kelas ?".

Leha pun melihat ke arah kami dan tersipu malu sambil menyampaikan kepada orang tuanya "Ayah, jangan tanya yg aneh2 sama ustadz, leha baik kog.. iya kan ustadz " Ia pun menjawab "Hehe.. Iya pak, leha kalau di kelas baik dan termasuk rajin".

Si bapak menjawab "Alhamdulillah kalau begitu ustadz, saya senang mendengarnya"

Dalam hati ia berfikir untuk meminta nomor telepon bapak tersebut, tetapi binggung ingin mengatakan apa. Tak lama kemudian si bapak menyentuh bahu beliau kemudian berkata "Ustadz, boleh saya minta kontak ustadz? Mungkin nanti kalau ada keperluan bisa saya hubungi lewat ustadz saja". Dalam hati ia berfikir "Masya Allah.. tanpa aku minta Allah langsung berikan". Tanpa fikir panjang lagi beliau langsung memberikan kontak nya kepada bapak tersebut..

Singkat cerita acara wisuda sudah berlalu 1 bulan yg lalu, tetapi ia masih saja tidak berani menghubungi ayah wanita itu, karna ia merasa bahwa belum saatnya untuk menyampaikan. Kemudian ia mencoba untuk meminta saran dari beberapa orang rekan kerjanya yg lain. Sebagian besar memberikan saran agar ia segera hubungi orang tua wanita itu dan sampaikan niat baiknya. Tanpa ada keraguan lagi, ia mencoba untuk menghubungi ayah wanita itu..

Detak jantung mulai tak karuan, keringat dingin mulai bercucuran. Tak lama stelah menekan telpon, si ayah pun mengangkat telepon.

"Assalamu'alaikum pak"

"Wa'alaikumsalam ustadz, masya Allah ada apa ini ustadz tiba-tiba menelepon saya"

"Tidak ada pak, saya cuma ingin menyambung silaturahmi saja dengan bapak"

"Alhamdulillah, itu juga yg kami inginkan ustadz"

"Iya pak, ini pak ada beberapa hal yg ingin saya sampaikan".

"Boleh ustadz, tentang apa ya ustadz ?"

"Kalau saya sampaikan melalui telpon sepertinya kurang Afdhal pak, apa boleh saya bertemu dengan bapak dan menyampaikannya secara lngsung?"

"Bisa ustadz, insya Allah besok pagi saya ke dayah"

"Jangan pak, saya saja yang datang ke rumah bapak, sekalian silaturahmi".

"Baik ustadz, besok pagi datang saja ke rumah, insya Allah saya di rumah.. Rumah saya di sekitaran Banda aceh juga ustadz, nanti saya kirim lokasinya"

"Baik pak, besok saya datang"

Dengan perasaan kacau bercampu senang, iapun merasa legah karena sudah menelpon si bapak.

Keesokan harinya ia mengajak seorang teman untuk berkunjung ke rumah wanita itu. Sesampaikan di rumah ia di sambut dengan begitu hangat oleh keluarga leha. Dan kemudian leha datang menghampiri kami sambil membawa secangkir kopi.

"Silahkan di minum ustadz kopinya" ucap leha kepada kami

"Terima kasih leha"

Sambil meminum kopi dan ngobrol ringan, ia mencoba untuk membuka topik pembicaraan yg berkaitan dengan niatnya datang bersilaturahmi

"Mohon maaf pak sebelumnya, jadi niat saya datang ke sini krna ada yang ingin saya sampaikan kepada bapak dan keluarga".

"Iya ustadz.. sepertinya serius ini ustadz ya "

"Iya pak .. Jadi niat saya ingin datang kemari yg pertama kali adalah untuk menyambung silaturahmi,kemudian saya ingin menyampaikan apa yang selama ini menganjal dalam diri saya pak"....

"Sekarang ini pak posisi saya adalah sebagai guru di dayah tempat leha sebelumnya belajar, dan saya juga masih berstatus sebagai mahasiswa. Tapi saya ingin sampaikan pak, bahwa dari awal semenjak saya masuk dan mengajar di kelas leha, saya sudah mulai merasakan perasaan yang berbeda dengan leha".

"Sebelumnya Saya tidak tau perasaan apa yg sebenarnya saya rasakan ke leha, tapi seiring berjalannya waktu saya mulai tau bahwa perasaan ini adalah prasaan cinta, hampir dua tahun lamanya saya menahan perasaan ini pak, dan sengaja tidak saya sampaikan kepada leha karena memang waktu itu bukanlah waktu yg tepat".

"Dan sekarang saya datang bertemu dengan bapak secara langsung dengan niat ingin menyampaikan apa yg saya rasakan dan insya Allah jika bapak mengizinkan saya siap untuk melamar leha".

Si bapak terdiam sambil menundukkan kepala, kemudian berkata.

"Ustadz, anak saya baru saja selesai sekolah, dan saya ingin sekali dia melanjutkan pendidikannya di pesantren, tetapi bukan di aceh tapi di kawasan jawa. Saya sudah sampaikan kepada leha tetapi leha bersikeras untuk lanjut kuliah".

"Beberapa minggu kebelakang leha sudah mengikuti beberapa tes untuk masuk ke perguruan tinggi, tetapi Allah berkehendak lain dan tidak ada satu jalurpun yg lulus. Satu sisi saya merasa sedih, tapi ini jalan Allah dan pasti ada hikmah di balik semua ini".

"Saya sangat senang ustadz berani datang menemui saya untuk menyampaikan niat baik ini, dari saya pribadi saya lebih ingin keluarga ustadz dan saya menjalin hubungan persaudaraan saja terlebih dahulu, karna untuk urusan jodoh sudah Allah yg mengatur".

"Tetapi semuanya saya kembalikan lagi kepada leha. Karna dialah yg akan menjalaninya"

Tak lama si bapak pun memanggil leha, dan meminta leha untuk menanggapi perkataan sang ustadz..

Leha berkata.

"Baik ust, saya mengerti apa yg ust sampaikan tadi, karna saya juga mendengar dari belakang, saya setuju dengan apa yg ayah sampaikan ust, untuk menjalani hubungan yg lebih serius leha belum bisa untuk saat ini, tapi jika menjalin hubungan antar keluarga terlebih dahulu leha mau ust".

Beliau pun menanggapi kembali "Baik pak, insya Allah nanti akan saya sampaikan kepada keluarga saya, dan secepatnya kami akan datang kembali ke sini"

Kemudian ia meminta izin kepada si bapak untuk pulang.Sesampainya di rumah,ia langsung menelpon keluarga kemudian menyampaikan niatnya kepada keluarganya.

"Buk, Pak. Aku ingin berta'aruf dengan seorang wanita yg sebelumnya pernah aku ceritakan, dan aku telah menyampaikan niat ini kepada keluarganya dan mengatakan bahwa kita akan datang secepatnya ke sana".

Orang tua nya pun menjawab "insya Allah minggu depan ibuk dan bapak ke sana, kita temui keluarganya"

Ia pun langsung menutup telpon dan merasakan kesenangan yg belum pernah di rasakan sebelumnya. Hari yg di tunggu telah tiba, perasaan mulai tak karuan, jantung kembali berdetak tak wajar. Tak lama ia dan keluarga sampai di rumah leha, dan di sambut keluarga besar leha. Leha dan keluarga pun mempersilahkan duduk, kemudian menyuruh mereka untuk menyantap hidangan yg telah di sajikan, dalam hati beliau berkata "sungguh luar biasa sambutan dari keluarga leha, semoga ini adalah jalan yg terbaik dari Allah.. Aamiin"

Tak lama kami pun selesai makan,tanpa panjang lebar lagi keluarga dari pihak beliau pun membuka pembicaraan.

"Pak,jadi kedatangan kami dan keluarga ke sini yg pertama kali tentunya ingin menyambung silaturahmi, dan kemudian tujuan kami yg selanjutnya itu untuk mempererat tali saudara kita pak, karna memang anak saya sudah dewasa dan pastinya membutuhkan sosok wanita yg mendampinginya kelak".

Ayah leha menjawab "Baik pak, saya sudah mendengar sedikit kemaren dari ust ahmad, dan saya rasa apa yg di sampaikan beberapa waktu lalu memang benar, kemudian saya dan keluarga juga telah sepakat, intinya untuk saat ini izinkan anak kami untuk belajar dulu, dan sekarang ini hubungan kekeluargaan kita tetap berjalan, jika anak-anak kita berjodoh pasti akan Allah satukan".

Ibu ust ahmad menyambung pembicaraan "Maaf pak sebelumnya, anak saya sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, saya ingin supaya nantinya mereka bisa cepat manikah saja" Leha langsung memutus pembicaraan "Buk, maaf leha belum sepenuhnya siap, leha mau belajar dulu, sekarang biarlah hubungan ini di ikat dengan ta'aruf antar keluarga dulu, leha pingin kuliah dulu".

Ayah leha menjawab "Saya juga pinginnya seperti itu buk, leha ini anak perempuan saya satu-satunya, saya berencana ingin melanjutkan pendidikannya di pesantren wilayah jawa, dan tahap penyelesaiannya itu minimal 3 tahun".

Ust ahmad berkata "Tidak masalah buk, pak.. krna saya pun ingin menyambung pendidikan S2 dulu, yg terpenting sekarang ini adalah saling menjaga hati,karna saya yakin bahwa leha lah yg Allah takdirkan untuk saya"

Suasanapun menjadi tenang, dan semua pihak keluarga setuju dengan keputusan itu. Singkat cerita, ternyata leha tidak di terima di semua universitas di kota banda aceh, akhirnya orang tua leha mendaftarkan leha ke salah satu pondok pesantren di jawa, dan Alhamdulillah leha di nyatakan lulus di sana. Dengan berat hati kemudian leha menelpon ust ahmad "Ust, ana di terima mondok di jawa"

Ust menjawab "Alhamdulillah, semangat ya belajarnya". Leha menjawab "kog ust gitu jawabnya ? Ust gak sedih ? Ust gak larang leha ? Yaudah deh.."

Ust menjawab "Lah ? Bagus dong, kenapa saya harus sedih ? Kan ini untuk kebaikan leha biar leha lebih terjaga di sana, dan bisa jadi istri yg baik nantinya buat saya".

Leha menjawab "Sekarang aja ust bilang gitu, nanti leha pulang ust udah nikah sama orang lain"

Ust menjawab "Kan kannn.. do'anya udah jelek, emng boleh saya nikah sama orang?"

Leha menjawab dengan nada tinggi "Ya enggak lah !!"

"Gak papa, ini jalan terbaik.. semua pasti ada hikmahnya. Allah sudah punya rencana untuk hamba-hambanya kita cukup menjalankan dan yakin saja dengan rencana Allah"

Leha menjawab "yaudah deh. Oh iya, leha berangkatnya sabtu besok, nanti ust sama ibuk antar leha ke bandara ya?".

"Iyaa.. nanti saya sampaikan ke ibuk, yg terpenting leha semangat"

Leha menjawab "oke ust"

Tak sadar waktu berjalan bergitu cepat, ust ahmad dan keluargapun menuju ke bandara bersama keluarga leha.Waktu telah menunjukkan jam 14:00 waktunya leha berangkat ke menuju jawa, air mataku pun tidak bisa di tahan begitu juga dengan leha, leha menangis dan memeluk erat ibu dan ayahnya.

Kemudian menyalami orang tuaku. Leha pergi sendirian tanpa di temani keluarganya, karna di sana paman dan bibinya sudah menunggu dan siap untuk membantu keperluan leha selama di jawa nanti. Lehapun pergi, dan melambaikan tangan ke arah ust ahmad sebelum leha pergi ia sempat menitipkan surat kepadaku yg berisi

"Ust, tetaplah jaga hati untuk leha, leha gak akan macam-macam di sana krn lingkungan leha juga' terjaga dan leha pasti bisa jaga diri leha untuk ust.. Kalau nantinya leha di panggil Allah, ust jangan sedih carilah wanita lain, dan nikahi dia.. tapi pesan leha ust, tolong kalau anak ust nantinya perempuan beri nama dia shalehah"..

Ust ahmad membaca surat tersebut sambil menangis tersedu-sedu dan tak sadar tangisannya semangkin menjadi dan iapun tertidur di pangkuan ibunya..

Tak lama merekapun sampai di rumah, ust ahmad kemudian menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat ashar sambil menunggu kabar dari leha.

 

Jam sudah menunjukkan pukul 18:00 tapi kabar dari leha belum ada,tapi ust ahmad mencoba untuk tetap tenang dan tidak berfikir macam2 karna ia yakin leha dalam keadaan baik2 saja. Tanpa berfikir aneh2 ust ahmad kemudian lanjut mengajar dan kembali melaksanakan aktifitasnya.. Sampai jam 20:00 tidak ada kabar sama sekali dari leha, dan ketika ia membukan hp ternyata ada beberapa panggilan dari ayah leha yg tidak terjawab.

Ia kemudian menelpon kembali ayah leha,dan ayah leha mengangkat telpon ust ahmad sambil menangis.

"Assalamu'alaikum pak"

"Wa'alaikumsalam mad" si bapak menjawab dengan tersedu2 ..

"Ada apa pak ? Kenapa bapak nangis ?"

"Leha .."

"Leha kenapa pak ?"

"Pesawat yg leha naiki kecelakaan,dan pesawatnya jatuh"

"Innalillahi .. jadi sekarang bagaimana pak ? Saya ke rumah bapak sekarang".

Tanpa pikir panjang lagi ust ahmad menuju ke rumah leha, dan menemui orang tua leha.. sesampainya di sana keluarga leha sudah berkumpul dan ayah leha lngsung menghampiriku dan berkata "Do'akan leha selamat ya nak"

Aku tak sanggup menahan air mata lagi,dan menangis sejadi2nya. Saat ini kami semua sedang menunggu kabar dari keluarga leha yg ada di jawa, keluarganya yg ada di sana sedang menunggu kabar terbaru dari pihak penerbangan.

Tak lama kabarpun datang dari keluarga di sana, mereka menyampaikan bahwa pihak penerbangan telah mengkonfirmasi bahwa pesawat benar-benar jatuh dan hancur, semua orang di dalam pesawat di pastikan meninggal dunia. Manerima kabar tersebut ibu leha pun panik dan langsung pingsan, suasanapun menjadi semangkin buruk.

Aku kemudian menghubungi orang tuaku,dan memberi kabar kepada mereka. Ketika suasana mulai sedikit menenang keluarga leha dan aku melutuskan untuk pergi ke jawa melihat keadaan dan situasi di sana.. Sesampainya di sana akupun tak mampus menahan tangis,jenazah leha telah di evakuasi dan di bawa ke rumah keluarga leha di jawa. Jenazah leha pun mulai di shalatkan,dan kemudian di makamkan di jawa krna susahnya proses membawa jenazah leha pulang ke Aceh.

Aku tak sanggup menahan tangis. Dan sejak saat itu aku mulai susah untuk menyukai wanita lain.. krna di dalam pikiranku selalu ada dia. Dari sejak peristiwa itu Ust ahmad mulai susah untuk mencintai wanita, karna setiap kali ia menyukai wanita selalu saja leha muncul dalam fikirannya. Inilah bukti bahwa laki2 ketika sudah benar2 mencintai satu wanita, maka wanita itu akan selalu ada dalam ingatannya.

 *)Penulis: Amar Muhtadin

Mahasiswa sarjana UIN Arraniry

Posting Komentar

0 Komentar