Langsung ke konten utama

Part II : Angkasa Bumi ini


Pada Minggu ini kami akan melanjutkan cerita pendek yang sudah tayang di website political club pada Minggu lalu yang bertema : "Angkasa Bumi ini"

Seperti yang sudah kami janjikan bahwa Minggu ini akan di tayangkan kembali cerita pendek tentang si Andi itu sendiri.

Semenjak kepergian bapak Andi untuk melaut bersama dengan beberapa warga, hingga akhirnya Andi bersama dengan ibuknya pulang kembali ke rumah dengan rasa sedih, dikarenakan nanti selama sebulan tidak ada bapak Andi di rumah, segala pekerjaan rumah nanti akan di kerjakan oleh mereka berdua
Walaupun Andi masih kecil tapi dia sudah dari dulu selalu membantu kedua orang tuanya dalam melakukan aktivitas di dalam rumah. 

Waktu seminggu sudah berlalu semenjak bapak Andi melaut, si Andi selalu naik gunung bersama temannya ketika sudah menjelang sore dikarenakan mereka ingin melihat dari atas gunung apakah akan terlihat kapal orang tua mereka yang sedang melaut, ketika di waktu itu Andi melihat ke angkasa yang di penuhi oleh awan-awan beserta dengan cahaya matahari yang sebentar lagi akan terbenam. 

"Andi lihat apa kamu ke atas? Tanya teman dia
Andi pun menjawab " sedang melihat keindahan angkasa itu sendiri, banyak awan-awan yang bertebaran di atas kepala kita"
"Memang sih, emang nya kenapa dengan awan itu Andi? Teman dia satu lagi bertanya.
"Menjadi awan itu seperti nya enak ya karena bisa berpergian jauh mengelilingi bumi ini" ungkap Andi
"Begitu rupanya" ungkap temannya

Cerita awan itu yang membuat Andi menghabiskan waktu bersama dengan temanya sampai akhirnya waktu sudah menandakan sekitar jam 6 yang sebentar lagi akan malam dan akan terdengar suara adzan berkumandang. 

"Ayok kita pulang teman-teman, nanti takut orang tua kita kawatir lagi karena kita belum pulang" ajak Andi kepada temannya
"Ayok, kita pulang" ungkap temannya sambilan serentak menjawab

Selama di jalan mereka lari-larian supaya lebih cepat nyampek ke rumah masing-masing. 
Tepat sekitar jam 7 Andi baru sampai di depan rumah nya karena rumah dia agak lumayan jauh dari pada temannya, ketika Andi sedang memasuki rumah, ibuknya sedang menyiapkan makanan untuk makan malam mereka.

"Buk, masak apa malam ini? Tanya Andi kepada ibuknya
"Ini lagi masak masakan kesukaan kamu, buruan ke kamar mandi aja dulu kamu untuk mandi" ungkap ibuknya
"Baik buk" ungkap Andi dengan nada lembut

Dimalam itu wajah Andi sangat senang karena dia dapat merasakan kembali makanan kesukaan dia, setelah mereka siap makan dan sambil melakukan kegiatan rumah seperti menyuci piring dan lainnya.

Andi langsung ke kamar untuk tidur, esok paginya Andi langsung bangun dan langsung menyapa ibunya yang sedang masak di dapur.

"Buk,,, Masak apa? Ungkap Andi yang sedang mengucek matanya
"Masak Mie sama telor ini" kata ibunya.
"Enak itu bu" ungkap andi
"Iya,,, cepat mandi aja dulu sana" kata ibunya
"Baik buk" ungkap andi dengan muka sumringah

Pada pagi itu segala urusan di rumah sudah selesai dikerjakan oleh ibu dan andi juga membantu seperti mencuci piring yang barusan mereka sarapan. Andi sedang sibuk di dapur ada terdengar ada yang mengetok pintu rumah mereka.

Tok-tok,,,,,tok berulang kali
"Siapa ya buk, pagi-pagi udah bertamu aja ungkap andi
"Coba andi kamu buka pintu depan, siapa tahu itu teman kamu yang inggin ngajak kamu pergi main. ungkap ibunya
"Baik deh buk" kata andi

Andi langsung ke kedepan untuk membuka pintu, ketika dia membuka pintu rupanya bukan temannya yang ada di depan pintu. Dengan muka syok sambil menangis dan langsung merangkul orang itu rupanya ayahnya yang sudah pulang dari melaut.

"Bukkkk, bapak udah pulang" ungkap andi sambil menangis diangkat bapaknya
"Ajak bapak masuk, sekaligus bantu barang bapak ya" kata ibuknya
 
Setelah beberapa jam, suasana kerinduan itu hilang dan pagi nya itu juga langsung bapaknya mengajak andi untuk pergi ke pantai, untuk memberikan kebahagian anak satu-satunya yang sudah lama tidak bertemu selama melaut. 


*)Penulis: Jakfar
Mahasiswa & Orang rantau

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...

Duek Pakat Perdamaian: Generasi Muda Aceh Perkuat Silaturahmi Lintas Iman

Jantho, Aceh Besar -  Generasi muda Aceh dari berbagai latar belakang, lintas agama dan suku berkumpul dalam kegiatan Duek Pakat Perdamaian: Menjalin Silaturahmi Lintas Iman pada 26–27 April 2025 di Jantho Baru, Kabupaten Aceh Besar. Acara yang diinisiasi oleh Peace Generation Aceh ini bertujuan memperkuat kepemimpinan damai anak muda melalui dialog lintas iman, edukasi nilai-nilai perdamaian, serta simulasi manajemen konflik. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan generasi muda yang menjadi motor penggerak masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan damai,” ujar Teuku Avicenna Al Maududdy, Koordinator Umum Peace Generation Aceh. Kegiatan dua hari ini diisi dengan berbagai sesi, seperti refleksi 12 nilai dasar perdamaian, scriptural reasoning (dialog lintas iman berbasis kitab suci), hingga ruang refleksi malam untuk memperkuat solidaritas dan ruang kemerdekaan berpendapat antar peserta. Acara ditutup dengan sesi saling memaafkan untuk mempererat rasa kebersamaan. Ti...