Langsung ke konten utama

Lestarikan Bangunan Kuno di Daerah Kamu.!!!!

 dari hasil fotonya ydnugra



           Pada dasarnya manusia itu mempunyai kemampuan dalam mencari tahu apa yang ingin mereka cari, dengan cara apapun manusia itu tetap ingin mencapai tujuannya walaupun dengan berbagai macam cara mereka lakukan. Tapi sangat di sayangkan manusia itu serakah dan ingin mencari kepuasan sendiri-sendiri atau dalam artinya manusia itu ingin mengisi perutnya sendiri tanpa memikirkan orang lain, sehingga orang lain tersebut sengsara. Dalam hal ini kalau kita sebagai manusia harus mempunyai perasaan yang bisa memberian pertolongan bagi orang lain tersebut, apalagi orang lain sedang mengalami musibah seperti bencana alam yang terjadi tiba-tiba. Inilah kita sebagai manusia harus rela saling memberikan pertolongan bagi orang lain.
             
             Manusia itu diciptakan Allah SWT dengan adanya pasangan dan berbagai macam ras,etnis dan bahasa yang ada di dunia ini semuanya untuk membuat di dunia ini berbagai macam multikulturalisme, di dunia ini ada benua dan negara yang menghuni benua tersebut sehingga jika kita melihat dari sudut pandang di udara atau luar angkasa maka yang akan nampak berbagai macam bentuk model bangunan di setiap negara itu sendiri. Apalagi bentuk arsitektur di negara mereka masing-masing, inilah yang akan membuat dunia ini indah dilihat dari kejahuan. akan tetapi semua itu hanya untu dijadikan sebagai panorama biasa saja dan hingga akhirnya gedung-gedung bangunan yang telah di bangun itu akan menghilang sendirinya karena ada dampak perkembangan model atsitektur di negara itu sendiri, model-model zaman akan ketingalan dan akan menjadi sebagai kenangan yang akan di pajang di museum di setiap negara, apalagi negara itu sendiri tidak mau ada peninggalan yang tertingal dari bangunan kuno, maka bangunan tersebut akan dihapuskan tanpa pikir panjang oleh pemimpin negara yang tidak mau ada peninggalan kuno tersebut.
             
           Kita sebagai manusia harus berbangga kepada negara yang masih melestarikan hasil budaya kuno seperti bangunan kuno dan lain-lain, ini ada beberapa negara yang selama ini bersusah payah untuk merawat bangunan yang memiliki sejarahnya masing-masing.

1. negara indonesia di negara tersebut masih tersisa bangunan-bangunan  peninggalan pada zaman penyebaran agama di indonesia itu sendiri contohnya saja candi berobudur, candi prambanan dan masih banyak lagi bangunan yang memiliki sejarah yang harus kita lestarikan agar kedepannya warga indonesia tahu ada bangunan candi yang memiliki sejarah di indonesia, 

2. negara cina yang memiliki bangunan kuno juga seperti negara indonesia, di cina ada bangunan yang disebut tembok cina yang sangat populer di kalangan wisatawan di dunia, karena memiliki sejarah yang cukup memukau turis-turis yang mengunjungi tempat tersebut, karena bangunan tersebut di bangun dari beras ketan yang menjadi pelengket bangunan tersebut dan memiliki panjang yang sangat panjang, Pembangunan pada era Dinasti Han menghasilkan perpanjangan bangunan tembok besar sejauh 10.000 km.  

           Tembok Besar dibangun dengan menggunakan tenaga manusia yang diambil dari budak-budak yang dipekerjakan secara paksa. Para budak melakukan pekerjaan memindahkan batu-batu serta menyusunnya menjadi bangunan dinding raksasa siang amalam tanpa diberi upah sedikitpun. Pekerjaan yang berat ini telah mengorbankan ribuan nyawa. Maka, muncullah sebutan Tembok Besar Cina sebagai Kuburan Terpanjang di Dunia. Tingginya mencapai 8 meter, lalu lebar bagian atas 5 meter dan lebar bagian bawahnya 8 meter. Setiap 180-270 meter terdapat menara pengintai yang tingginya sekitar 12 meter. Tembok besar Cina yang berdiri kokoh merupakan simbol dari ketekunan dan tekad yang keras bangsa Cina di masa lampau. Tingginya mencapai 8 meter, lalu lebar bagian atas 5 meter dan lebar bagian bawahnya 8 meter. Setiap 180-270 meter terdapat menara pengintai yang tingginya sekitar 12 meter. Tembok besar Cina yang berdiri kokoh merupakan simbol dari ketekunan dan tekad yang keras bangsa Cina di masa lampau.

3. negara india memiliki bangunan kuno yang sangat terkenal dan masuk di dalam tujuh keajaiban dunia dan memukao turis-turis yang berdatangan ke tempat tersebut, bangunan tersebut yaitu taj mahal yang mempunyai serta dalam hal pembangunan taj mahal tersebut. 

           sejarah menceritaan bangunan ini di buat oleh aisar shah juhan untuk menggenang almarhum istrinya, mumtaz muhal. banggunan ini selesai di banggun tahun 1953, fokus pusat dari banggunan ini adalah kuburan mumtaz muhal. saat shah juhan meninggal ia di makamkan sebelah mumtaz, pembangunan ini dibuat karena kesetian cinta suami terhadap istrinya. 

4. negara italia di eropa terkenal dengan banyak sekali tempat wisata yang sangat esotis dan warga di seluruh dunia memimpikan bisa berlibur ke eropa itu sendiri misalnya ke negara italia yang memiliki banggunan kuno seperti colloseum. Salah satu bangunan paling dikenal di dunia, Colloseun menyimpan banyak budaya dan tradisi Roma. Diminta untuk dibangun pada tahun 70-72 Setelah Masehi oleh Kaisar Vespasian dari dinasti Flavian, Colleseum awalnya amphiteater tempat mengadakan berbagai pertunjukan bagi orang Roma era kuno seperti permainan, pertarungan antar hewan, dan pertarungan brutal antar gladiator. Kini Colloseum masih berdiri dan merupakan destinasi turis.   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekofilosofi Deforestasi: Tinjauan Sosial dan Lingkungan di Kota dan Kabupaten Bima

  Oleh: Muhammad Muhajir Ansar & Muhammad Rahul Mulyanto* Deforestasi merupakan kondisi luas hutan yang mengalami penurunan akibat adanya konvensi hutan lahan untuk pemukiman, pertanian, infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan. Perubahan lahan hutan menjadi lahan non hutan dapat menyebabkan pemanasan global, longsor, banjir, dan bencana alam lainnya karena akibat dari kebakaran hutan, dan penebangan kayu yang berlebihan. Deforestasi sangat berkaitan dengan penebangan atau pembalakan liar yang dapat mengancam seluruh makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Kota Bima dan Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan alam berupa hutan yang penting bagi ekosistem lokal, dan masyarakat sekitarnya. Namun, alih-alih untuk menjaga kekayaan alamnya, wilayah sedang menghadapi ancaman deforestasi yang sangat signifikan. Perubahan lahan hutan di Bima telah berdampak pada berbagai aspek, seperti, lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat, terutam...

Penindasan Tidak Akan Berakhir

  Oleh: Muhammad Rahul Mulyanto* Penindasan bukan bagian dari fenomena baru dalam sejarah umat manusia. Penindasan terjadi sudah berabad-abad yang lalu, dan akan tetap terus ada jika manusia masih menjadi penghuni bumi. Meskipun berbagai macam upaya yang terealisasi untuk melawan, mengakhiri, atau mengurangi praktik penindasan, kenyataannya bentuk-bentuk penindasan masih dirasakan oleh manusia hingga dewasa ini. Mengapa demikian? Karena sistem politik, sosial, ekonomi, dan budaya justru mendorong bahkan menerapkan praktik-praktik yang menindas tanpa sadar ataupun tidak. Saya akan mengawali pada sistem politik, sistem politik dari masa pra-revolusi perancis, pasca revolusi prancis, hingga saat ini sistem politik menjadi bagian paling penting pada penerapan praktik penindasan yang dilakukan oleh elit-elit birokrat pada masyarakat. Kebijakan-kebijakan politik dibentuk atas kesepakatan mereka-mereka saja tanpa melibatkan masyarakat yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyara...

Duek Pakat Perdamaian: Generasi Muda Aceh Perkuat Silaturahmi Lintas Iman

Jantho, Aceh Besar -  Generasi muda Aceh dari berbagai latar belakang, lintas agama dan suku berkumpul dalam kegiatan Duek Pakat Perdamaian: Menjalin Silaturahmi Lintas Iman pada 26–27 April 2025 di Jantho Baru, Kabupaten Aceh Besar. Acara yang diinisiasi oleh Peace Generation Aceh ini bertujuan memperkuat kepemimpinan damai anak muda melalui dialog lintas iman, edukasi nilai-nilai perdamaian, serta simulasi manajemen konflik. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan generasi muda yang menjadi motor penggerak masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan damai,” ujar Teuku Avicenna Al Maududdy, Koordinator Umum Peace Generation Aceh. Kegiatan dua hari ini diisi dengan berbagai sesi, seperti refleksi 12 nilai dasar perdamaian, scriptural reasoning (dialog lintas iman berbasis kitab suci), hingga ruang refleksi malam untuk memperkuat solidaritas dan ruang kemerdekaan berpendapat antar peserta. Acara ditutup dengan sesi saling memaafkan untuk mempererat rasa kebersamaan. Ti...