Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

BOSAN!!!!

Google Bosan.... Tak ada sedikitpun yang menggelitik susana begitu suram menyapa hati... dan tak ada sedikitpun yang menarik.. tawa, canda hanya balutan sandiwara hati.. Bosan.. katamu dengan teriakan.. sandiwara dunia semakin menjadi jadi.. tatkala api kau bilang menenangkan.. dan air kau bilang menghanyutkan... Bosan.. mata berseri.. raga menari... kaki berlari.. hidup ini hanya sebuah elegi.. yang tak ada arti.... Bosan.. rintihmu dalam kesendirian.... Putri Mulya Sari Aktivis dan Penulis

JALANAN SAKSI

Google Saat itu.. Ku mengukur titian jalan menuju pinggiran kota.. Ku lihat sebuah penyapu berdayun-dayun.. Hilangkan butiran-butiran debu Di sudut-sudut jalan.. Saat itu juga Ku berjalan melintasi panjangnya terotoar.. Ku torehkan pandangan dengan dahi yang mengerut.. Ku tatap tajam pada setangkai kayu.. Yang menari-menari menghampiri keranjang.. Yang melakonkan sebuah peran Ya,, Seolah-olah peran sepasang kekasih yang tak ingin lekang.. Masih saja aku terus berjalan.. Kali ini bukan sebuah penyapu ataupun setangkai kayu yang ku lihat.. Melainkan sebuah payung yang terbuka.. Rela dibakar matahari… Demi paras yang tak terlalu cantik.. Ya semua telah menjadi bukti.. Jika kau tanya kenapa ini terjadi.. Tataplah jalan yang menjadi saksi.. Banda aceh, Desember 2013 by : Putri Mulya Sari (Penulis dan Aktivis)

Elegi Dua Pribadi

From Google   Asing… ku terasing  Lain… aku memang lain dari yang lain  Tak murni aku hidup dalam ragawi  Tidak pernah asli ku hidup dalam badani  Kusesali mengapa hidupku begini?  Pada siapa ku bertanya?  Pada siapa ku mencari jawabnya?  Tak ada yang bisa membuka  Tak ada yang mampu menyentuh  Tak ada yang mau perduli  Aku hidup dalam dua elegi  Pahit menjadi bagian hidupku  Kelam menjadi selimut malamku  Tak pernah kulihat pelangi  Tak jua ku lihat sinaran mentari  Aku terlilit… aku terbelit…aku menjerit  Dalam dua pribadi yang hampir tak pernah ku tahu dan  mengerti….  Sendiri…. Aku menyendiri. By : Zemarey Al Bakhin

Diskusi Dan Nobar dengan Tema : “Mengali Fakta Buta Mei di Aceh”

Foto bersama pemateri                        Banda aceh-himapol (Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik) menyelengarakan Diskusi Publik dan NOBAR (Nonton Bareng) dengan tema: "Mengali fakta buta mei di aceh" bertempat di aula fisip unsyiah. (25/05/2016) Acara tersebut terselengara dengan dorongan semua pihak mulai dari mahasiswa itu sendiri, dosen, dan aktivis. untuk mendorong masyarakat sekarang untuk mengingat masa lalu yang sangat suram dengan kejadian konflik yang berkepanjangan di aceh. Pada kegiatan tersebut mahasiswa sangat antusias ikut serta dalam kegiatan Nobar dan diskusi publik, acara ini bisa memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa yang mayoritas ikut serta jurusan ilmu politik. Dalam sambutannya sekretaris himapol berharap bahwa seluruh peserta diskusi dan khususnya mahasiswa untuk lebih peka dan aktif mengkaji isu-isu masa lampau yang terjadi di aceh, agar rentetan peristiwa yang pern...

Diskusi : Mengidentifikasi Pemberlakuan Daerah Operasi Militer di Aceh sebagai Penyebab Penurunan Perekonomian

Banda Aceh (19/05/2016), political Club prodi Ilmu Politik kembali melaksanakan diskusi rutin di aula lantai perpustakaan Unsyiah dengan tema “Mengidentifikasi Perlakuan Daerah Operasi Militer, Di Aceh sebagai Penyebab Penurunan Perekonomian, tema ini sengaja dianggkat mengingat pada bulan mei menurut dari catatan sejarah merupakan bulan yang begitu yang membekas di dalam benar rakyat Aceh, dimana pada bulan ini tepat pada tahun 1989 Aceh diberlakukan sebagai Daerah Operasi Militer.        Aceh dan konflik adalah sesuatu yang sulit dipisahkan satu sama lain, karena memang sejak lama Aceh sudah akrab dengan “konflik”, secara de facto   Aceh terakhir berkonflik ialah pada tahun 2005, hal ini kita mengacu ke dalam perjanjian damai anatara GAM dan RI, yang sepakat berdamai pada tanggal 15 Agustus 2005, maka dari pada itu Aceh tidak pernah lagi melakoni konflik dan semenjak itu Aceh hanya fokus pada masa transisi saja atau dengan kata lain hanya foku...

KEBOHONGAN SEORANG IBU

Seorang ibu dalam hidupnya membuat kebohongan. 1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, ibua tidak lapar." 2. Waktu makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "ibu tidak suka daging, makanlah, nak.." 3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata, "Istirahatlah nak, ibu masih belum ngantuk.." 4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang." 5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal dirumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, mama tidak terbiasa tinggal di sana." Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetap ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat ibu Tidak peduli seberapa...

SALAM UNTUK IBU

Sumber : Google hari ini aku ingin menangis menangis kesedihan terharu tanpa IBU aku tidak bisa lahir jasa-jasa mu selalu aku kenang akan aku ingat sampai kapanpun ohhh ibu terima kasih ibu atas nasihatmu setiap hari mulai aku kecil sampai sekarang ibu selalu ada dalam hati aku tidak bisa aku lepaskan dari ingatan aku makasih ibu Jakfar dengan doa ibu aku bisa menulis puisi ini

Air Mata Ibu

Ketika melihat wajah yang cantik itu Seakan tergambar pelangi melingkari di setiap sisi wajah.. Tapi.. Hanya terlihat.. Senyuman yang mulai memudar.. Lekukan alis yang mulai sayu.. Dan mata yang berbinar-binar itu.. menatap tegar di relung-relung himpitan qalbu. Lihatlah, dewasamu karena kerja keras Ibu Sehatmu karna kasih sayang ibu.. Dan kini keberhasilan mu.. Karna air mata ibu yang terus mengalir disaat sujud itu.. Puisi Putri Untuk Ibu tercinta Aja Sumarni.. 

Peta Kekuatan Politik Aceh Pasca MoU Helsinky

Ilustrasi : Google Oleh Nasrul Azwar* “ …Pemerintah RI menyepakati dan akan memfasilitasi pembentukan partai-partai politik yang berbasis di Aceh yang memenuhi persyaratan nasional…” .  Begitulah bunyi salah satu potongan frasa dalam MoU Helsinky tentang Partisipasi Politik. Ianya menjadi tonggak awal sejarah baru Aceh modern yang membuat Aceh mempunyai sebuah ‘peta baru' dalam tatanan kekuatan – kekuatan politik yang ada di Aceh. Peta merujuk pada gambaran umum tentang keadaan tempat, wilayah dan atau medan tertentu yang dapat dijadikan dasar dalam menentukan  arah yang hendak dituju. Kalau itu menyangkut peta politik akan meliputi antara lain gambaran wilayah, medan, situasi dan kondisi politik dalam suatu mendan tertentu. Nasional dan lokal merujuk pada wilayah dimana politik itu beroperasi. Peta politik berlangsung sangat dinamis, mengalami pasang surut sesuai dengan situasi dan kondisi politik yang ada dan terjadi pada wilayah medan politik. Politik ...

Political Club : Open Recruitment !

OR POLITICAL CLUB . KHUSUS UNTUK ANAK POLITIK FISIP UNSYIAH LETTING 2013-2015 . PENDAFTARAN DARI 13-20 Mei dan WAWANCARA 21 Mei . Jangan Sampai KETINGGALAN GUYS. Untuk informasi t entang   Political Club, silahkan klik disini  ! Open Recruitment Form

Mahasiswa, Sudah Bikin Apa?

Lain batu lain karang. Kalau dulu kamu lihat banyak mahasiswa yang peduli dengan pemerintahan yang ada di negerinya, di era sekarang ini justru terbalik. Banyak mahasiswa yang asik menjalani gaya hidup hedon. Hal ini diungkapkan oleh mantan aktivis 1998, Arif Rahman. "Kalau dilihat perbandingannya jauh. Mahasiswa sekarang lebih suka senang-senang (hedon), jadi ini penurunan," Seperti dilansir di okezone. Keadaan ini juga diakui oleh Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM) Beni Pramula beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemuda dan mahasiswa kini banyak yang apatis dan terkungkung oleh sistem pembelajaran kampus yang menyekat mahasiswa dari persoalan masyarakat. "Melihat kondisi mahasiswa saat inis angat memprihatinkan. Terlibat obat-obatan terlarang (narkoba), seks bebas. Bahkan agama sekalipun dianggap sebagai barang kuno yang harus dimuseumkan," Ucapnya. (Jumarlin)

Nestapa Jiwa

Sumber : Google Aku terjabak sendirian dalam ruangan yang ramai Tak asing dengan bising peluru menggema Keluarga ku semua terkapar tak bernyawa di jalan itu Sedangkan aku hanya terdiam dalam nestapa Ayah, Ibu setelah kalian tiada siapa yang akan menjaga ku? Simbah darah dijalanan bagaikan hujan terekam jelas di otak ku Andai aku berdaya yahudi itu akan ku musnakan Kapan negera ku ini damai Bisakah terjawab atau hanya pertanyaan tanpa jawaban Dimana solidaritas yang kalian punya wahai kaum muslim Simbah darah, bangkai yang bertebaran menjadi bukti kezaliman itu Bangkit, ulurkan tangan kalian pada ku Setidaknya keluarkan aku sementara dari negara bersimbah darah ini Janji ku menjadi kuat Shifa Azzahra, 04 Mei 2016, jam 10:48.

Kepungan Bimbang

Ilustrasi : Google Aku melihat fotonya ada disetiap sudut kota Berbagai visi dan misi dituliskan Tak jarang ia datang bak pahlawan Ada senyuman dalam setiap perbuatan Terlihat sabar melayani orang miskin Bahkan aksi pungut sampah diikuti Adakah keikhlasan yang tertera Atau hanya bayangan fatarmogana Sampai kapan kebohongan itu hadir Atau beginilah jiwa yang akan hadir kedepan Tak adakah pondasi yang utuh Kebingungan ku hadir melihat semuanya Senyuman itu bagaikan malaikat maut Seolah janji yang diucapkan hanya kesenangan semata Dia kah yang menjadi pemimpin kelak? Senyuman bak setan yang menunggu waktu untuk terlihat Jawabannya ada dalam jiwa yang mengerti sunyi akan arti Oleh : Syifa Azzahra , 11 Mei 2016

Trans Kutaraja

Ilustrasi Google Banda Aceh, (12/5/2016), Political Club Prodi Ilmu Politik Unsyiah menaiki Bus Trans Koetaradja, Disaat memasuki kedalam bus Trans  Koetaradja  tersebut, seluruh anggota Political Club terkejut dengan berbagai fasilitas yang terdapat pada bus tersebut. Dimana bus tersebut dilengkapi dengan beberapa fasilitas, AC, kursi yang empuk, musik, dan juga ada pemisahan antara laki-laki dan perempuan.        Pemisahan ini tentunya menjadi langkah yang sangat tepat, untuk mendukung pelaksaan syariat Islam di Aceh dalam hal ini kota Banda Aceh. Menurut Jakfar salah satu penumpang bus Trans  Koetaradja  ini memaparkan bahwa hal itu sangat tepat agar membentuk pola pikir generasi muda bahwa laki-laki dan perempuan tidak boleh begitu dekat dan saling memandang, beliau juga menambahkan apabila laki-laki dan perempuan saling memandang maka hal tersebut termasuk di dalam zina mata dan hal ini kerap sekali terjadi di Aceh dan diangg...

Tangisan Perpustakaan

Dalam ruangan ini aku sendiri Cuma bisa terdiam dan bersembunyi Rupa aku seperti rupa yang tidak pernah di lihat Hari demi hari aku lewati Tidak satupun orang mau mampir Inilah manusia zaman sekarang Mau berubah tapi tidak berusaha Di dalam Ingatan ini cuma beberapa yang mampir Sedih-sedih, ibarat barang yang sudah usang Di pakai jika lagi di butuhkan Di Lihat hanya untuk menjadi pajangan Semakin Usang rasanya Kapan ini berhenti Aku mau diri aku digunakan bukan untuk jadi pajangan kotornya aku bukan karena di gunakan Aku mau menangis rasanya Tidak ada satu orang pun menghampiri aku Inikah Tanda kemajuan zaman semua orang asyek dengan gadgetnya Lentera kehidupan tdak ada lagi Semuanya Kembali seperti masa kegelapan Perpustakaan di jadikan tempat bar bukan untuk di baca-baca  Kapan ini bisa berubah....? Esok kah atau kapan Lusa kah atau kapan Mingu ini atau tahun depan Semuanya mau berubah Kita sebagai mahasiswa Rajin-rajin Untuk ke perpustaka...

Negeriku

Ku liat atap bangunan ini Tak sekokoh yang dulu Dasi-dasi yang tertata rapi Hanya hiasan yang tak nyata Wajah ramah tamah terpancar indah Namun terkikik-kikik ketika semua telah berada di singgasana Kau tau apa? Kini Negeriku bagaikan permainan papan catur. Di panggung pertarungan.. Ya inilah sekarang Negeriku.. Isinya tak lain adalah tikus-tikus pemangsa… Putri Mulya Sari Aktivis dan Penulis di Political Club

CIVIL SOCIETY DAN KEKUASAAN POLITIK PERSPEKTIF JOHN LOCKE (1632-1674)

John Locke Sumber : Google Oleh Putri Mulya Sari Aktivis dan Penulis di Political Club Abstrak Lahirnya pemikiran John Locke mengenai Civil Society dan Kekuasaan Politik salah satunya dilatarbelakangi atas penolakan kerasnya terhadap pemikiran Filmer tentang dokrin absolutisme yang berlaku di Ingrris di saat Locke tinggal di daerah itu. Filmer sendiri merupakan sosok pembela gigih dari dokrin tersebut, yang mangatakan bahwa dokrin absolutime merupakan bentuk pemerintahan yang baik, yang bahwasanya Raja menjadi salah satunya pewaris kekuasaan dan hak-hak Tuhan. Locke menolak keras pemikiran dari Filmer ini, sehingga ia menuangkan bentuk-bentuk kritikannya terhadap Filmer dalam sebuah karya terbaiknya yaitu “Two Treatises Of  Goverment,”. Selain berisi kritikan, Locke juga menuangkan pemikiran-pemikirannya tentang idealnya sebuah kekuasaan dan pengaruhnya masyarakat sipil dalam pembuatan keputusan dan perjanjian dalam merumuskan wujud kekuasaan yang baik dan sesuai secar...