Varian virus baru Covid-19 muncul menjelang akhir 2019 dan masuk ke Indonesia pada 2020. Hari-hari setelahnya di layar televisi selalu dihiasi oleh pemberitaan tersebut. Kehadiran virus itu lambat laun memengaruhi berbagai pola aktivitas kita, termasuk mereka yang bekerja di sektor publik seperti jurnalis. Jurnalis yang biasanya berinteraksi langsung dengan para narasumber di lapangan, pola kerjanya berubah melalui berbagai perantara seperti menelepon untuk menghindari pertemuan langsung, atau menggunakan aplikasi seperti Google Zoom, Google Meet, dan sebagainya. Was-was saat ke lapangan menjadi sebuah keniscayaan di antara keinginan mengabarkan informasi kepada masyarakat atau potensi tertular Covid-19. Bekerja sebagai jurnalis “di masa-masa sulit” (istilah yang saya gunakan untuk membedakan bekerja dalam situasi normal dengan situasi pandemi covid-19) sangat menguji adrenalin. Hal ini diakui Hendri Irawan, salah satu wartawan media IndojayaNews.com. yang bertugas di area Kota Banda A...
Situs Resmi Political Club, Analysis, Kritis, dan Berpikir Politis