Langsung ke konten utama

Postingan

Memory of Tsunam

Karya:Mulia Wati Telah ku lambaikan tangan tuk meraih cita-cita... Telah ku hias aura ini dengan perhiasan dunia... Telah ku tempuh setiap langkahku yang penuh makna... Telah ku impikan masa depan yang cerah nan mulia... Namun seketika.... Bayangan ini lenyap dalam jiwa... Menitiskan luka-luka dalam lubuk hati yang paling dalam... Auraku hilang diterpa ombak gelombang... Cita-citaku musnah dalam ketakutan jiwa dan raga.... Langkahku terhenti tak dapat melangkah.... Masa depan yang tak tahu kemana arah... Namun satu perkara yang tak pernah terlupakan... Asma-Mu Ya Allah... Asmamu Ya Rasulullah... Dalam degupan jantung yang semakin dalam... Tak terlintas olehku akan harta kekayaan... Karena ia musnah sekali hentakan... Dengan kekuasaan-Mu Ya Allah.... Tiga belas tahun sudah.. ku meratapi nasib yang malang... Tak terlintas dibenakku oleh rasa kekecewaan... Kuyakini takdir telah mempertemukan... Jiwa dan raga yang kembali bersatu....

MEMBACA ARAH PARTAI POLITIK DI ACEH

Penulis Munawwar Aceh merupakan salah satu daerah provinsi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diberikan status Istimewa dan juga khusus. Sebutan sebagai Daerah Istimewa Aceh diberikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pada tahun 1959 melalui Misi Perdana Menteri Hardi. Misi tersebut bermakna negara mengakui keistimewaan Aceh dalam tiga hal, yaitu ; bidang agama, pendidikan, dan adat istiadat.   Misi itu, hanya berbentuk maklumat saja, bukan dalam bentuk Undang-Undang. Empat puluh tahun kemudian, keistimewaan Aceh diperkuat dengan Undang-Undang sebagai dasar hukum yang lebih sempurna, yakni dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Daerah Istimewa Aceh. Dengan Undang-Undang ini, keistimewaan daerah Aceh diperluas menjadi empat bidang, yang meliputi bidang agama, bidang agama, pendidikan, adat istiadat dan peningkatan peran ulama. Sedangkan kekhususan daerah Istimewa Aceh, semula...

Gender itu Menghanyutkan Perempuan Tangguh

Sumber foto dari Google Tuangkanlah bantahan-bantahan ketidaksetaraan! Teruslah suarakan wahai para aktivis gender! Anda begitu mulia turun ke jalan, berkomentar di ranah publik, sampai mengsosialisasikan tuntutan-tuntutan yang menurut anda benar. Namun yang harus anda pahami wahai kawan-kawan saya yang selalu berbangga dengan status aktivis gender! pada hakikatnya para perempuan di Indonesia sudah terbiasa dengan pekerjaan domestik, bukan hanya itu, mereka adalah sosok yang paling luar biasa dan berperan penting dalam melahirkan generasi muda. Jika pertikaian tupoksi subordinasi menjadi sebuah acuan, maka bom perceraian akan tersebar dimana-mana. Benar-benar akan menjadi satu kesatuan penyebab generasi muda hancur akibat keluarga yang tidak harmonis. Tahu bukan kalau keluarga adalah pendidikan yang paling utama untuk anak? perihal yang dianggap sakral adalah tatanan mindset yang dibangun oleh para aktivis gender cenderung memojokkan pihak laki-laki. Padahal landasan yang ki...

Mirisnya Mahasiswa Zaman Now!!

Sumber Gambar dari Google Mahasiswa Ibarat Raja Ketika Rakyatnya susah dia bersuara Apalagi dalam sejarah Indonesia Mahasiswa pernah meruntuhkan Era otoriter Lantang dan tegas dalam bersuara Sehingga masyarakat bangga dengan mahasiswa Karena mahasiswa sudah peduli terhadap rakyat Rasa bangga itu sekarang sudah pudar Nasib-nasib mahasiswa di zaman now Berprilaku tidak seperti mahasiswa zaman dulu Yang lantang menyuarakan hak rakyat Inilah wajah mahasiswa sekarang  Prilaku kritis sudah memudar Gara-gara sebagian mahasiwa mengejar IPK Gaya dan prilaku kehidupan sudah berubah Cuma bisa kritis di dunia maya Apalah daya mahasiswa bukan ibarat raja Cuma bisa mementingkan kesuksesan dan kepentingan pribadi Sanggat memprihatinkan mahasiswa di zaman now Mahasiswa yang seharusnya kritis menjadi bungkam Seharusnya Mahasiwa adalah corong penyambung lidah Antara rakyat dan penguasa Dalam Diri Mahasiswa ada potensi kritis dan berani Dalam menyampaikan kebenaran ...

Bisakah Indonesia Bermimpi Menjadi Negara Islam? dari ‘Aceh untuk Indonesia’

sumber : Koleksi pribadi Tulisan ini bukan untuk mengkritisi opini Putri Mulya Sari Bisakah Indonesia Menjadi Negara Islam ?  ( http://www.political-club.com/2016/05/bisakah-indonesia-menjadi-negara-islam.html  ).  Hanya sekedar celoteh tentang ekspektasi yang tak realistik. Jauh di ujung sejarah pendirian negara Indonesia, Perdebatan tentang ideologi atau pegangan negara Indonesia sudah game is over , yakni butir pertama Pancasila “Ketuhanan yang Maha Esa”. Pendapat para tokoh, cendikia, bahkan siapapun yang mengatakan Indonesia bisa menjadi Negara Islam, menurut penulis itu adalah sikap yang keliru, atau belum melihat sejauh mana kejadian sejarah ketika sidang ke-2 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), beberapa anggota perumus yang termasuk didalamnya Soekarno, Dr. Sutomo, dkk. Yang mayoritas muslim dapat dinetralisasi oleh kehadiran 1 orang non-muslim, perbandingannya 8:1. Dengan kejadian yang jelas seperti itu, mungkinkah Indonesia menjadi...

Penyakit Hati Berbau Busuk

sumber foto dari google   Ketika aku melihat terpanya angin  Aku seolah sadar  B ahwa hayalan hanya sebatas mimpi  Mimpi ya n g aku dambakan seolah di tertawakan angin               Seperti gembala besar itu      Bermaksud menyakiti hati      Gembala besar itu seolah      Tau akan semua itu    Lalu kenapa aku yang menjadi gembala-gembala kecil itu Apakah aku sejahat itu ? Apakah aku sekerdil itu ? Sehingga aku tak  layak di panggung megah itu      Bukankah gembala besar itu berbesar hati      Melihat sajak-sajak ku terbangun di depan matanya      Apakah ada keraguan di setiap sajak-sajakku      Semerpah badai angin di gulung ombak Badai itu mulai marah Ketika dirin...

Sandiwara Kepastian

Foto Pribadi  Erat sudah durasi waktu, tahun ini Indatu meronta malu, kata demi, hanya demi Sesalkan pertemuan yang tak kunjung datang, pun sekali Pun harus menuju tahap kepastian, bukan menanti kisah yang sepi Dini hari, bukan siang nanti Tapi tidak dengan sejuta harapan palsu, yang tak menentu Ini soal kepastian, bukan soal validasi aturan Tidak akan pernah cukup dengan raungan, di berbagai beranda hiburan Bahkan tidak akan pernah selesai seandainya mengadu ke utara dan selatan Perankanlah sandiwara damainya kucing dan tikus, anggap disini sejuk Atau pakai popor senjata, seperti dulu kala, untuk diam sejenak Namun, teknis jitu harus segera ditijik Agar tidak beku kelaparan, karena hinggap cukup sejenak Cukup kamu dan dia yang bersandiwara, kucing dan tikus yang berdamai Janganlah libatkan kami para manusia, yang setia memberi kamu dan dia nasi Mainkanlah kisah mesra, bukan sandiwara damai kucing dan tikus Sungguh, pongah jika sandiwara...