Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Sandiwara Kepastian

Foto Pribadi  Erat sudah durasi waktu, tahun ini Indatu meronta malu, kata demi, hanya demi Sesalkan pertemuan yang tak kunjung datang, pun sekali Pun harus menuju tahap kepastian, bukan menanti kisah yang sepi Dini hari, bukan siang nanti Tapi tidak dengan sejuta harapan palsu, yang tak menentu Ini soal kepastian, bukan soal validasi aturan Tidak akan pernah cukup dengan raungan, di berbagai beranda hiburan Bahkan tidak akan pernah selesai seandainya mengadu ke utara dan selatan Perankanlah sandiwara damainya kucing dan tikus, anggap disini sejuk Atau pakai popor senjata, seperti dulu kala, untuk diam sejenak Namun, teknis jitu harus segera ditijik Agar tidak beku kelaparan, karena hinggap cukup sejenak Cukup kamu dan dia yang bersandiwara, kucing dan tikus yang berdamai Janganlah libatkan kami para manusia, yang setia memberi kamu dan dia nasi Mainkanlah kisah mesra, bukan sandiwara damai kucing dan tikus Sungguh, pongah jika sandiwara...

Kau yang Masih Dingin Dikenang

Oleh Ayuniara Desember 2017 Kubuka jendela dan menghitung bintang-bintang tanggal Satu demi satu hingga sampai di angka 26 Perpaduan angka yang telah membelah kakak dari adiknya Anak dari ibunya, dan sanak saudara yang ada Dinda.. Disini aku sendiri, semua orang adalah orang asing Ku peluk tubuh sendiri dan masa lalu memasuki ku sebagai angin Meriang, meriang aku meriang Aku yang panas di kening Kau yang dingin dikenang Tsunami.. Memisahkanku darimu Bagaimana kabarmu hari ini, dinda? Lihatlah tanda tanya itu Perasaan rindu menusuk jantung puisi ini Dinding di antara aku dan ketidakwarasan Adalah memilikimu sekali lagi

Ketergantungan Indonesia Semakin Menerka

Foto koleksi pribadi Karya Agam Ramadhan Alangkah malangnya Negeri ini, Kemerdekaan yang sudah meranjak tua bangka masih saja terbelit-belit oleh bayang-bayang kegelapan, bayang-banyang mimpi buruk yang terus akan menghantui penduduknya, dari masa ke masa, sampai generasi ke generasi. Entah kapan tanah air tercinta ini dapat mencapai tujuannya sesuai yang tertera dalam naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Mensejahtrakan rakyat, merupakan kutukan setiap negara yang tidak pernah bisa diatasi. Berbagai hal dilakukan, berbagai proyek pengembangan dan pemberdayaan dieksekusi. Namun tetap saja, konsep kesejahtraan tidak seindah yang tertuang dalam buku Plato yang berjudul ‘Republik’.  Mengedepankan Keadilan demi mencapai kesejahtraan, padahal pada hakikatnya keadilan hanya ada pada mereka yang mengerti, dan kesejahtraan hanya ada pada mereka yang beriman kepada tuhannya. Sesungguhnya, Mensejahterakan rakyat adalah cita-cita buta bagi negara, karena kesejahtraan adalah ...