Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Putri Mulya Sari

Tembang Bintang Masa Depan

Sumber : Google Kau yang selalu ingin dihormati Kau yang selalu ingin dihargai                                                      Kau yang selalu ingin didengari Dan kau yang selalu ingin di akui Terkadang aku beku Menyaksikan kepongahanmu menatapku                             Dan seketika aku bisu Menangkap keacuhanmu mendengarku Tetapi, sadarkah engkau? Bahwa aku di sini sedang bernyanyi                            ...

Sandiwara Suara

Sumber : Google Seperti mendengungkan satu ayat suci Al-qur’an Kala itu kau pedengarkan di mimbar kehormatan. Luluhkan hati para hadirin yang duduk rapi.. Menatap tajam mata yang seakan berbicara.. Seperti mendengungkan satu ayat suci Alqur’an Tersendu menghayati jatuh dalam lamunan Memandang kiri kanan sisi para pendatang Terjerat hadir karna tuntutan panggilan Seperti mendengungkan satu ayat suci Al-qur’an.. Lirih meratapi seakan mengerti makna yang terucap.. Memberi simbol kemaslahatan di ujung pengucapan.. Dan seperti mendengungkan satu ayat suci Alqur’an Terus kau lontarkan! Sebagai suatu tuntutan! Memainkan peran sandiwara Sandiwara, ya. hanya sebatas sandiwara suara Yang terucap. Putri Mulya Sari, Penulis dan Aktivis Political Club

Budaya Politik di Spanyol

Sumber : Google  Negara Spanyol              Spanyol adalah salah satu negara yang terletak di kawasan Barat Daya Eropa, yang mempunyai wilayah terbesar keempat di Eropa dari segi ukurannya setelah Rusia, Ukraina, dan Prancis.  Spanyol adalah sebuah negara monarki konstitusional dengan bentuk pemerintahan parlementer. Raja adalah sebagai kepala negara di bawah konstitusi 1978. Badan legislatif di Spanyol dikenal dengan Cortes, adalah parlemen bikameral dimana adanya majelis rendah dan majelis tinggi. Majelis Rendah disebut juga dengan Kongres Deputi yang mempunyai anggota 350, yang dipilih melalui sistem perwakilan proporsional selama 4 tahun. dan Majelis Tinggi disebut Senat, dengan anggota 259, dipilih melalui sistem past the post pertama, untuk masa jabatan 4 tahun. Raja menunjuk presiden pemerintah, atau perdana menteri, yang mengepalai Dewan Menteri. Perdana menteri dipilih dari partai politik dengan aza...

Memahami Konsep Demokrasi : Keadilan dan Kebebasan Politik Perspektif John Rawls

·          Profile singkat John Rawls             John Borden Rawls atau yang lebih dikenal dengan John Rawls lahir pada tahun 1921 dari keluarga yang kaya yang ada di Baltimore, Maryland.  John Rawls mulai dikenal sebagai seorang filsuf politik yang handal dan banyak disegani serta dipuja oleh kaum Liberal , ketika dia menghasilkan karyanya yang monumental yang berjudul A Theory of Justice dan Political Liberalisme. Karya pertama Rawls yang berjudul A Theory of Justice dianggap telah menjadi solusi bagi ketegangan-ketegangan di antara kebebasan dan kesetaraan di negara yang menganut paham Liberal saat itu. Sedangkan pada karyanya yang kedua yaitu Political Liberalisme, John Rawl menekankan pada konsepsi teori keadilan hendaknya dapat dipahami sebagai sebuh konsepsi politik yang diakarkan secara mendalam pada budaya masyarakat liberal, yaitu (“budaya yang melihat dokrin-dokrin komprehensif se...

Saat Itu

Fatamorgana melingkari dunia kita Senja menyerbak semesta bertanya Kemanakah jiwa-jiwa yang dulunya penghapus lara Seperti embun yang menitik pada rumput itu Aku pelangi, warna biru kau tunjukkan pada ku Sebagai fantasi dalam lukisan cakrawala duniamu Penghapus rindu, alunan kata-katamu Aku sang penghibur kalbumu Namun semua itu kau ucapkan kala kita berada pada saat itu  Putri Mulya Sari Banda Aceh, 3 November 2013

Jangan Menangis Lagi

Sudah jangan menangis lagi... Aku tau kau kemarin bercerita.. Aku tau kau kemarin berbahagia.. Namun kini ku tau semua itu hanya dusta.. Aku hanya ingin katakan Sudah... Jangan menangis lagi... Kau lihat langit? Tampak biru tapi bukan Kalu lihat air? Tampak tenang tapi bergelombang Dan kau lihat hujan? Tampak menghancurkan tapi rahmad. Dan kini kau lihat dirimu Tampak tersenyum tapi bukan senyum an mu.. Benar,, semua tak ada yang sama dengan yang kau rasakan.. Kau lukis pelangi, namun mereka menodainya.. Kau taburkan bunga tanda cinta, namun mereka menghancurkannya.. Dan kau bagi rasa peduli, namun mereka hanya memanfaatkannya... Benar.. semua tidak ada yang seperti kau harapkan.. Kini aku hanya bisa katakan.. Sudah jangan menangis lagi.. Jika kau butuh bahu untuk mengadu.. Aku ada untukmu.. aku masih sama seperti dulu. Sahabatmu. Putri Mulya Sari 18 Maret 2016 pukul 23:08

Bisakah Indonesia Menjadi Negara Islam ?

Ilustrasi : google Indonesia adalah salah satu Negara yang mayoritas masyarakatnya adalah muslim terbesar di dunia. Namun Indonesia bukanlah sebuah Negara Islam yang mengambil pandangan hidup dalam berneagara sesuai dengan aturan Alquran dan Sunnah yang sebenaranya. Konstitusi Indonesia adalah Pancasila, yang menjadi ideologi bangsa masyarakat Indonesia dan pedoman hidup dalam berbangsa dan  bernegara. Indonesia merupakan Negara hukum dengan segala bentuk aturan yang diterapkan merupakan representative dari karakteristik masyarakat Indonesia itu sendiri, sehingga segala bentuk kebebasan dan aturan hidup di Indonesia diatur dengan tegas dalam butir-butir Pancasila dan pedoman Undang-undang Dasar tahun 1945. Namun apakah dengan landasan konstitusi Indonesai saat ini yang berpedoman kepada Pancasila hasil dari buah pemikiran Sukarno yang merupakan Presiden pertama Indonesia, bisa diganti dengan konstitusi yang berlandaskan Alquran dan Sunnah? Yang artiya bahwa Indonesia menj...

SETITIK DEBU

sumber : Google Bias cahaya tak terangi jiwa Setitik debu, , samarkan pandangan Sebuah senyuman menebarkan misteri.. Tak ada arti goresan pena lukiskan cakrawalahati… Setitik debu… bermain di siklus kehidupan merangkul titian makna keindahan buyarkan busaran debu yang mengalun alun tak jua mampu terbangkan setitik debu yang terus mengganggu. Tanah sigupai, Oktober 2012

Reminder !

Sedikit goresan untuk malam ini! Sudah yakinkah kita berdiri disini? Memberikan solusi setiap kali kita beraksi, Kita katakan ini salah, kita katakan ini ideologi tidak terarah.. Sudah yakinkah tatapan mata kita ke arah ini? Melihat dari sudut ini, sudut sana , kemudian kita analisis dan kita bandingkan.. Baik, jika sudah yakin.. Maka berbicaralah sesuka hati.. Sesuka hati dan berhati hati.. Ini politik, ini taktik, ini strategi, bermainlah dan carilah solusi,, Solusi setelah kita bersimpuh di depan Ilahi... #Allah dulu kawan ya, baru politik ''