Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Liberalism

CIVIL SOCIETY DAN KEKUASAAN POLITIK PERSPEKTIF JOHN LOCKE (1632-1674)

John Locke Sumber : Google Oleh Putri Mulya Sari Aktivis dan Penulis di Political Club Abstrak Lahirnya pemikiran John Locke mengenai Civil Society dan Kekuasaan Politik salah satunya dilatarbelakangi atas penolakan kerasnya terhadap pemikiran Filmer tentang dokrin absolutisme yang berlaku di Ingrris di saat Locke tinggal di daerah itu. Filmer sendiri merupakan sosok pembela gigih dari dokrin tersebut, yang mangatakan bahwa dokrin absolutime merupakan bentuk pemerintahan yang baik, yang bahwasanya Raja menjadi salah satunya pewaris kekuasaan dan hak-hak Tuhan. Locke menolak keras pemikiran dari Filmer ini, sehingga ia menuangkan bentuk-bentuk kritikannya terhadap Filmer dalam sebuah karya terbaiknya yaitu “Two Treatises Of  Goverment,”. Selain berisi kritikan, Locke juga menuangkan pemikiran-pemikirannya tentang idealnya sebuah kekuasaan dan pengaruhnya masyarakat sipil dalam pembuatan keputusan dan perjanjian dalam merumuskan wujud kekuasaan yang baik dan sesuai secar...

Memahami Konsep Demokrasi : Keadilan dan Kebebasan Politik Perspektif John Rawls

·          Profile singkat John Rawls             John Borden Rawls atau yang lebih dikenal dengan John Rawls lahir pada tahun 1921 dari keluarga yang kaya yang ada di Baltimore, Maryland.  John Rawls mulai dikenal sebagai seorang filsuf politik yang handal dan banyak disegani serta dipuja oleh kaum Liberal , ketika dia menghasilkan karyanya yang monumental yang berjudul A Theory of Justice dan Political Liberalisme. Karya pertama Rawls yang berjudul A Theory of Justice dianggap telah menjadi solusi bagi ketegangan-ketegangan di antara kebebasan dan kesetaraan di negara yang menganut paham Liberal saat itu. Sedangkan pada karyanya yang kedua yaitu Political Liberalisme, John Rawl menekankan pada konsepsi teori keadilan hendaknya dapat dipahami sebagai sebuh konsepsi politik yang diakarkan secara mendalam pada budaya masyarakat liberal, yaitu (“budaya yang melihat dokrin-dokrin komprehensif se...