Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aceh

Urgensi Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Aceh

Hari Disabilitas Internasional, foto/kemensos.go.id               Penyandang disabilitas (Difabel) adalah mereka yang memiliki keterbatasan   fisik, mental, intelektual, maupun sensorik sehingga menyulitkan pengidapnya untuk beraktifitas normal.   Hari Disabilitas Internasional atau International Day of Person with Disability adalah hari peringatan Internasional yang ditetapkan oleh majelis umum PBB dan diperingati diseluruh dunia sejak tahun 1992. Hari disabilitas Internasional (HDI) diperingati pada tanggal 3 Desember setiap tahunnya. Peringatan ini dimaksudkan untuk membangun wawasan dan kesadaran bagi masyarakat umum akan polemik yang dihadapi oleh penderita disabilitas, dan juga sebagai ajang edukasi masyarakat bahwa penyandang disabilitas adalah juga saudara kita yang memiliki hak-hak yang sama dengan kita sehingga diharapkan perilaku pengucilan, diskriminasi dan bullying terhadap para difabel dapat ditekan. ...

Secarik Persoalan dan Harapan untuk Gubernur Aceh Definitif

Banda Aceh (04/11/2020), Koordinator Political Club, Munawwar, S.Pd, S.IP mengucapakan selamat dengan dilantiknya Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, M.T, menjadi Gubernur Aceh Definitif esok hari yakni: pada tanggal 05 November 2020 pada rapat paripura DPRA oleh Mendagri Jenderal Tito Karnavian untuk sisa jabatan 2017-2022. “Nova Iriansyah, M.T menjadi pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh sudah diemban sejak tanggal 9 juli 2018, namun tentunya sangat beda antara pelaksanna tugas dengan Gubernur definitif. Pelaksana tugas hanya bersifat melanjutkan apa yang dirumuskan sebelumnya kendati ada perubahan sedikit kebijakan maka tidak boleh merubah secara keseluruhan. Sebagai Gubernur definitif maka boleh merumuskan kebijakan baru secara keseluruhan” ungkap Munawwar. Kita sangat berharap ada terobosan kebijakan yang dirumuskan. Pertama kebijakan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat harus segera dibenahi, berdasarkan data BPS sampai maret 2020, penduduk miskin di Aceh berjumlah...

Refleksi Sumpah Pemuda ke 92

Banda Aceh (28/10/2020) Koordinator Political Club Munawwar, S.Pd, S.IP. Sumpah pemuda, yang dilahirkan oleh sembilan organisasi kepemudaan memiliki makna yang sangat mendalam yang harus selalu diingat oleh setiap pemuda Indonesia dewasa ini, yang kerap mempersoalkan masalah sepele sehingga mendorong terciptanya perpecahan. Sumpah pemuda merupakan bukti nyata bahwa pemuda sudah ikrar dan bertekad bersatu padu. Kendati setiap pemuda yang tergabung kedalam organisasi tersebut memiiki perbedaan secara daerah asal, ras, agama dan suku. Persatuan yang dicontohkan oleh pemuda telah membangkitkan semangat juang masyarakat Indonesia dalam melawan penjajah. Pada momentum peringatan sumpah pemuda ke 92 dapat menjadi refleksi pada diri pemuda bahwa sejatinya pemuda telah menjadi pilar utama dalam berjuang dan membangkitkan semangat masyarakat dalam mengusir penjajah. Pemuda pada fase sekarang ini, mulai terlena dengan aktivitas yang tidak produktif dan tidak memiliki subtansi yang b...

Kegiatan Kebijakan Multi Years Sudah Bijakkah?

Banda Aceh 05 Oktober 2020 Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu politik dan Ilmu Pemerintahan UIN Ar-Raniry telah menyelenggarakan diskusi publik secara daring dengan mengusung tema “Kebijakan Muti Years Aceh sudah Bijjakah?. Pada pukul 09.30 Wib- 11.20 Wib. Diskusi ini dihadiri oleh tiga narasumber yaitu pertama; Abdurrahman Ahmad selaku anggota DPRA komisi IV, kedua, Eka Yanuar M.Soc.Sc selaku akademisi, dan ketiga Murtalamuddin, S.Pd, M.SP selaku pengamat kebijakan. Diskusi ini dimoderatorkan oleh Rizkika Lhena Darwin. Diskusi secara daring ini dihadiri oleh Dosen, Wartawan, Mahasiswa, Ngo/LSM, dan masyarakat umum. Nyanyak Marawan Putri selaku ketua Panitia menyampaikan sangat bersyukur bahwa diskusi secara daring ini telah terlaksana dengan baik bahkan melebihi target peserta. Awalnya kegiatan ini hanya ditargetkan diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum namun kenyataannya diikuti oleh berbagai kalangan. Ide dasar kegiatan ini berdasarkan realita yang terjadi dimasyar...

KUASA RECEH DAN PENGKHIANATAN

Foto koleksi pribadi "Nilai pengkhianat tidak lebih dari kotoran yang ia keluarkan dari duburnya" (Anonimus)             Tameng harapan terakhir yang dimiliki setiap bangsa adalah pendidikan dan juga hasil dari pendidikannya. Pendidikan dengan seluruh sistem yang diberlakukan menentukan arah perjalanan sebuah negeri, karena dari situlah tunas selanjutnya lahir. Peran yang sangat penting diemban oleh kaum yang hidup dalam lingkup pendidikan. Lebih spesifik, pendidikan yang dimaksudkan penulis adalah para Millenials yang sedang berproses dalam dunia kampus.             Seuntai kalimat dari seorang pejuang kemanusiaan Afrika Selatan, Nelson Rolilahla Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia’. Makna terdalam kalimat itu adalah adanya pemusatan secara berkesinambungan terhadap apa yang disebut Mary Evans (2004) dengan Driven to S...

QANUN ACEH NO 11 TAHUN 2018 TENTANG LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH HANYA SEBAGAI PAJANGAN KEPADA PUBLIK

BANDA ACEH-Political Club : JUMADIN sebagai pemerhati sejauh ini melihat masih ada lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh yang belum mengkorversi ke Syariah ini tentunya suatu tindakan yanh melecehkan draft Qanun Aceh No. 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang telah di putuskan pada rapat paripurna antara Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Eksekutif Gubernur Aceh pada pasal dua poin pertama disebutkan lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh harus berdasarkan prinsip syariah dan poin kedua disebutkan aqad keuangan di Aceh menggunakan prinsip Syariah. Yang dikeluarkan pada tanggal 31 Desember 2018 M. Atau 23 rabiul akhir 1440 H yang ditetapkan di Banda Aceh Yang ditanda tangani oleh sekretaris daerah Aceh Bapak Dermawan dan PLT. Gubernur Aceh Bapak Nova Iriansyah. Jika menelaah lebih dalam tentang isj Draft Qanun Aceh No. 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah maka sangat jelas dijelaskan didalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 No. 94, tamba...

KUPIAH MEUKUTOP SEBAGAI BENTUK REFLEKSI SEJARAH KEPAHLAWANAN ACEH

  KUPIAH MEUKUTOP SEBAGAI BENTUK REFLEKSI SEJARAH KEPAHLAWANAN ACEH Di masa sekarang ini Aceh sedang dihebohkan dengan keberadaan Kupiah meukutop sebagai topi tradisional adat aceh yang sudah menjadi trend   dengan nama kupiah teuku umar menjadi sebuah fenomena dikalangan masyarakat aceh. Bahkan kupiah meukutop ini banyak digemari dari semua kalangan baik yang berprofesi sebagai politikus, saudagar, atau sebagainya. Dengan rama rami memakai kupiah meukutop. Hal ini sebagai bentuk “ Refleksi Sejarah Kepahlawanan Aceh ” . Untuk prosesnya pembuatannya lumayan sedikit rumit karena harus tahu cara untuk pembuatan motif yang menjadi ciri khas Kupiah ini, inilah sedikit gambaran proses pembuatannya. Kupiah meukutop ini terbuat dari kain berwarna dasar merah dan kuning. Kain dirajut menjadi satu berbentuk lingkaran. Pingiran bawah kupiah meukeutop terdapat motif anyaman dengan kombinasi empat warna yaitu merah, hijau, kuning dan hitam. Anyaman serupa terdapat dibagian t...