JALANAN SAKSI

Google


Saat itu..
Ku mengukur titian jalan menuju pinggiran kota..
Ku lihat sebuah penyapu berdayun-dayun..
Hilangkan butiran-butiran debu
Di sudut-sudut jalan..
Saat itu juga
Ku berjalan melintasi panjangnya terotoar..
Ku torehkan pandangan dengan dahi yang mengerut..
Ku tatap tajam pada setangkai kayu..
Yang menari-menari menghampiri keranjang..
Yang melakonkan sebuah peran
Ya,, Seolah-olah peran sepasang kekasih yang tak ingin lekang..

Masih saja aku terus berjalan..
Kali ini bukan sebuah penyapu ataupun setangkai kayu yang ku lihat..
Melainkan sebuah payung yang terbuka..
Rela dibakar matahari…
Demi paras yang tak terlalu cantik..
Ya semua telah menjadi bukti..
Jika kau tanya kenapa ini terjadi..
Tataplah jalan yang menjadi saksi..

Banda aceh, Desember 2013
by : Putri Mulya Sari (Penulis dan Aktivis)




Share on Google Plus

About putri mulya sari

Penulis adalah pegiat Political Club. Isi dan konten tulisan menjadi tanggung jawab penulis. Lihat Daftar Kontributor.

0 komentar:

Post a Comment